Rabu, 19 Januari 2011

* Nikmatnya Ilmu Pengetahuan (La Tahzan)


Nikmatnya Ilmu Pengetahuan (La Tahzan)

"Dan, Dia telah mengajarkan kepadamu apa yang belum kamu ketahui. Dan adalah karunia Allah itu sangat besar." (QS. An-Nisa:113)

Kebodohan merupakan tanda kematian jiwa, terbunuhnya kehidupan dan membusuknya umur.

"Sesungguhnya, Aku mengingatkan kepadamu supaya kamu tidak termasuk orang-orang yang tidak berpengetahuan." (QS. Hud:46)

Sebaliknya, ilmu adalah cahaya bagi hati nurani, kehidupan bagi ruh dan bahan bakar bagi tabiat.

"Dan, apakah orang-orang yang mati kemudian dia Kami hidupkan dan Kami berikan kepadanya cahaya yang terang, yang dengan cahaya itu dia dapat berjalan di tengah-tengah masyarakat manusia, serupa dengan orang yang keadaanya berada dalam gelap gulita yang berkali-kali tidak dapat keluar
daripadanya?" (QS. Al-An'am:122)

Kebahagiaan, kedamaian, dan ketentraman hati senantiasa berawal dari ilmu pengetahuan. Itu terjadi kerana ilmu
mampu menembus yang samar, menemukan sesuatu yang hilang, dan menyingkap yang tersembunyi. Selain itu, naluri dari jiwa manusia itu adalah selalu ingin mengetahui hal-hal yang baru dan ingin mengungkap sesuatu yang menarik.

Kebodohan itu sangat membosankan dan menyedihkan. Pasalnya, ia tidak pernah memunculkan hal yang baru dan menarik serta menyegarkan, yang kemarin seperti sama seperti hari ini, dan yang hari ini pun sama dengan hari kemaren dan hari yang akan datang yang akan terjadi esok.

Bila anda ingin senantiasa bahagia, tuntutlah ilmu, galilah pengetahuan, dan raihlah pelbagai manfaat, niscaya semua
kesedihan, kepedihan dan kecemasan itu akan sirna.

Dan, katakanlah: "Ya Rabb-ku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan." (QS. Thaha:114)

"Bacalah dengan nama Rabb-mu Yang menciptakan." (QS. Al-'Alaq:1)

"Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikan padanya, maka Allah akan pandaikan ia dalam agama." (Al-Hadits)

Janganlah seseorang sombong dengan harta atau kedudukannya, kalau memang ia tak memiliki ilmu sedikitpun. Sebab,
kehidupannya tidak akan sempurna. "Adakah orang yang yang mengetahui bahwasannya apa yang diturunkan kepadamu itu benar sama dengan orang yang buta." (QS. Ar-Ra'd:19)

Az-Zamakhsyari, dalam sebuah syairnya berkata: Malam-malamku untuk merajut ilmu yang bisa dipetik, menjauhi wanita elok dan harumnya leher. Aku mondar-mandir untuk menyelesaikan masalah sulit, lebih yang menggoda dan manis dari berkepit betis nan panjang. Bunyi penaku yang menari di atas kertas-kertas, lebih manis daripada berada dibelaian wanita dan kekasih. Bagiku lebih indah melemparkan pasir ke atas kertas daripada gadis-gadis yang menabuh dentum rebana. Hai orang yang berusaha mencapai kedudukanku lewat angannya, sungguh jauh jarak antara orang yang diam dan yang lain naik.

Apakah aku yang tidak tidur selama dua purnama dan engkau tidur nyenyak, setelah itu engkau ingin menyamai
derajatku.

Alangkah mulianya ilmu pengetahuan. Alangkah gembiranya jiwa seseorang yang menguasainya. Alangkah segarnya dada orang yang penuh dengannya, dan alangkah leganya perasaan orang yang menguasainya. "Maka, apakah orang yang berpegang teguh pada keterangan yang datang dari Rabb-nya sama dengan orang yang (setan) menjadikan dia memandang baik perbuatannya yang buruk dan mengikuti hawa nafsunya?" (QS. Muhammad:14)
««
saudaraku..
sentuhlah hati berhentilah pornografi
Laa Tahzan~!

Wassalamualaikum.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar