Sabtu, 24 Desember 2016

CATATAN TENTANG MEMAHAMI KE ISLAMAN,” Bag Ke 6 ),~

Bismillahir Rahmanir Rahim

Saudaraku...
Adapun, " Konsep Islam teologikal dasarnya ialah tauhid, kepercayaan bahwa hanya ada satu Tuhan.
Istilah Arab untuk Tuhan ialah Allāh; Sebagai rujukan, kebanyakan ilmuwan yang percaya kata Allah didapat dari penyingkatan dari kata al- (si) dan ‘ilāh ' (dewa, bentuk maskulin), yang dimaksud adalah "Tuhan" (al-ilāh'), tetapi yang lain ada menekankan dari asal usulnya yaitu Arami Alāhā.

Kata Allah juga adalah kata yang digunakan oleh ummat Kristiani (Nasrani) seperti Kristen dan Katholik serta Yahudi-Arab sebagai terjemahan dari ho theosdari Perjanjian Baru dan Septuaginta.

[12]. Allah adalah Nama Tuhan (ilah) dan satu-satunya Tuhan sebagaimana perkenalan-Nya kepada manusia melalui Al-Qur’an yakni: "Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku". (QS. Taha :14).

Pemakaian kata Allah secara linguistik mengindikasikan kesatuan. Ummat Islam percaya bahwa Tuhan yang mereka sembah adalah sama dengan Tuhan ummat Yahudi dan Nasrani, juga dalam hal ini adalah Tuhannya Ibrahim. Yang juga berarti mengikuti wasiat Nabi Ibrahim as,;

“Dan Ibrahim telah mewasiatkan ke-Islam-an itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya’qub. (Ibrahim berkata) ”Hai anak-anakku, sesungguhnya Allah telah memilih agama Islam untuk kamu, maka janganlah kamu mati melainkan dalam keadaan muslim” (QS. Al Baqarah: 132).

Namun, Islam menolak ajaran Kristen menyangkut paham Trinitas dimana hal ini dianggap Politeisme. Mengutip Al-Qur'an, surat An-Nisa' ayat :71:

"Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agama dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya al-Masih, Isa putra Maryam itu adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan kalimat-Nya) yang disampaikannya kepada Maryam dan (dengan tiupan) ruh dari-Nya.

Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya. Dan janganlah kamu mengatakan :"Tuhan itu tiga", berhentilah dari ucapan itu. Itu lebih baik bagi kamu. Sesungguhnya Allah Tuhan yang Maha Esa. Maha suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah sebagai Pemelihara".

Allah adalah nama Tuhan (ilah) dan satu-satunya Tuhan (QS.Taha 20:14). Pandangan ini meletakkan Islam bersama agama Yahudi dan Kristen dalam rumpun agama yang mempercayai Nabi Ibrahim as. Di dalam Al-Qur'an, penganut Yahudi dan Kristen sering disebut sebagai Ahli Kitab atau Ahlul Kitab.

Dalam Islam, visualisasi atau penggambaran Tuhan tidak dapat dibenarkan, hal ini dilarang karena dapat berujung pada pemberhalaan dan justru dianggap penghinaan pula, karena Tuhan tidak serupa dengan apapun (QS. Asy-Syu'ara' 42:11).

Sebagai gantinya, Islam menggambarkan Tuhan dalam 99 nama / gelar / julukan Tuhan (asma'ul husna) dan yang menggambarkan sifat ketuhanan-Nya sebagaimana terdapat pada Al-Qur'an.

Memeluk agama Islam adalah memperoleh hidayah dan pencerahan dari Allah dengan firmannya: ”Maka apakah orang-orang yang Allah bukakan hatinya untuk (menerima) agama Islam lalu ia mendapat cahaya (nuur) dari Tuhannya (sama dengan orang yang keras hatinya) ? Maka celakalah bagi orang-orang yang keras hatinya dari mengingat Allah (dzikir). Mereka itulah dalam kesesatan yang nyata” (QS. Az Sumar: 22).

Tentu saja dalam ber-Islam ini harus bersungguh-sungguh sepenuhnya dan ikhlas. Dan diperintahkan Allah SWT untuk masuk Islam seutuhnya. Firman Allah menyebutkan: ”Hai orang-orang yang beriman (percaya), masuklah ke dalam Islam secara keseluruhannya, dan janganlah kamu ikuti langkah-langkah setan. Sungguh setan itu musuh yang nyata bagimu” (QS. Al Baqarah: 208). Berikutnya:

” Dan (aku diperintah): “Hadapkanlah mukaku kepada agama dengan ikhlas. Dan janganlah kamu termasuk orang-orang musyrik “ (QS. Yunus: 105).

Demikianlah bahasan untuk kali ini dan Insya Allah Bersambung...>

Tidak ada komentar:

Posting Komentar