Sabtu, 24 Desember 2016

CATATAN TENTANG MEMAHAMI KE ISLAMAN,” Bag Ke 3 ),~

Bismillahir Rahmanir Rahim

Saudaraku...
Pada masa ini ummat Islam mencapai kestabilan politik dan ekonomi.
Abu Bakar memperkuat dasar-dasar kenegaraan ummat Islam dan mengatasi pemberontakan beberapa suku-suku Arab yang terjadi setelah meninggalnya Muhammad SAW.

Umar bin Khattab, Utsman bin Affan dan Ali bin Abu Thalib berhasil memimpin balatentara dan kaum Muslimin pada umumnya untuk mendakwahkan Islam, terutama ke Syam, Mesir, dan Irak.

Dengan takluknya negeri-negeri tersebut, banyak harta rampasan perang dan wilayah kekuasaan yang dapat diraih oleh ummat Islam. Setelah periodeKhalifah Rasyidin, kepemimpinan ummat Islam berganti ke tangan pemimpin selanjutnya yang disebut "khalifah", atau terkadang juga disebut "amirul mukminin", "sultan", dan sebagainya.

Pada periode ini khalifah tidak lagi ditentukan berdasarkan orang yang terbaik di kalangan ummat Islam, melainkan secara turun-temurun dalam satu dinasti (bahasa Arab: bani) sehingga mirip dan banyak yang menyamakannya dengan kerajaan;

Misalnya kekhalifahan Bani Umayyah dan Bani Abbasiyyah, hingga Bani Utsmaniyyah. Besarnya kekuasaan kekhalifahan Islam ini telah menjadikannya sebagai salah satu kekuatan politik yang terkuat dan terbesar di dunia pada saat itu.

Timbulnya tempat-tempat pembelajaran ilmu-ilmu agama, filsafat, sains, dan tata bahasa Arab. Di berbagai wilayah dunia Islam telah diwujudkan suatu kontinuitas kebudayaan Islam yang agung dan mulia.
Banyak ahli-ahli ilmu pengetahuan dan teknologi bermunculan dari berbagai negeri-negeri Islam, terutamanya padazaman keemasan Islam sekitar abad ke-7 sampai abad ke-13 masehi.

Luasnya wilayah penyebaran dari agama Islam dan terpecahnya kekuasaan kekhalifahan yang sudah dimulai sejak abad ke-8, menyebabkan munculnya berbagai otoritas-otoritas kekuasaan terpisah yang berbentuk "kesultanan"; misalnya Kesultanan Safawi, Kesultanan Turki Seljuk, Kesultanan Mughal, Kesultanan Samudera Pasai dan Kesultanan Malaka, yang telah menjadi kesultanan-kesultanan yang memiliki kekuasaan yang kuat dan terkenal di dunia.

Meskipun memiliki kekuasaan terpisah, kesultanan-kesultanan tersebut secara nominal masih menghormati dan menganggap diri mereka bagian dari kekhalifahan Islam.

Pada kurun ke-18 dan ke-19 Masehi, banyak kawasan-kawasan Islam jatuh ke tangan penjajah Eropa. Kesultanan Utsmaniyyah (Kerajaan Ottoman) yang secara nominal dianggap sebagai kekhalifahan Islam terakhir, akhirnya tumbang selepas Perang Dunia I.

Kerajaan ottoman pada saat itu dipimpin oleh Sultan Muhammad V. Karena dianggap kurang tegas oleh kaum pemuda Turki yang di pimpin oleh Mustafa Kemal Pasha atau Kemal Attaturk, sistem kerajaan dirombak dan diganti menjadi republik.

Demikianlah bahasan untuk kali ini dan Insya Allah Bersambung...>

Tidak ada komentar:

Posting Komentar