Sabtu, 24 Desember 2016

CATATAN TENTANG MEMAHAMI KE ISLAMAN,” Bag Ke 1 ),~

Bismillahir Rahmanir Rahim
Assalamu allaikum Warahmatullahi. Wabarokatuh.
Saudaraku...
Islam secara umum dipahami sebagai agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW. Perkataan Islam berasal dari kata “silm” yang berarti “damai”

[1]. Karena itu Islam mengandung makna masuk ke dalam suasana yang damai, baik dalam kehidupan pribadi maupun kehidupan sosial-kemasyarakatan.

Makna Islam dari bahasa Arab yaitu :”aslama, yuslimu, islam”.
Secara etimologis kata Islam diturunkan dari akar yang sama dengan kata salām yang berarti “damai”.
Kata 'muslim' (sebutan bagi pemeluk agama Islam) juga berhubungan dengan kata Islām, kata tersebut berarti “orang yang berserah diri kepada Allah" atau "berserah diri kepada Tuhan" adalah agama yang mengimani (mempercayai) satu Tuhan, yaitu Allah dalam bahasa Indonesia (QS. 9:74, 49:14 ).

Dari aspek kebahasaan ini, kata Islam merupakan pernyataan kata yang berasal dari akar triliteral s-l-m, terdapat dari tatabahasa bahasa Arab Aslama, yaitu bermaksud "untuk menerima, menyerah atau tunduk".
Dengan demikian, Islam berarti penerimaan dan tunduk kepada Tuhan (Allah), dan penganutnya harus menunjukkannya dengan menyembah-Nya, menuruti perintah-Nya, dan menghindari politheisme.
Perkataan ini memberikan beberapa maksud dari Al-Qur’an.

Dalam beberapa ayat, kualitas Islam sebagai kepercayaan ditegaskan:
"Barangsiapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) Islam..." (QS. 6:125, 61:7, 39:22).

Ayat lainnya ialah menghubungkan Islām dan dīn (lazimnya diterjemahkan sebagai "agama"):
"...Pada hari ini telah Ku-sempurnakan untukmu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu." (QS. 5:3, 3:19, 3:83).

Namun masih ada yang lain yang menggambarkan Islam itu sebagai perbuatan kembali kepada jalan Tuhan lebih dari hanya sekedar pernyataan sebagai pengesahan keimanan.

Masa sebelum kedatangan Islam Jazirah Arab sebelum kedatangan agama Islam merupakan sebuah kawasan perlintasan perdagangan dalam Jalan Sutera yang menjadikannya satu antara Indo-Eropa dengan kawasan Asia di timur.

Kebanyakan orang Arab merupakan penyembah berhala dan ada sebagian yang merupakan pengikut agama-agama Kristen dan Yahudi. Mekkah adalah tempat yang dianggap suci bagi bangsa Arab ketika itu, karena di sana terdapat berhala-berhala agama mereka pada mulanya, disana juga ada telaga Zamzam, dan keberadaan yang terpenting adalah Ka'bah.

Masyarakat di wilayah ini disebut pula Jahiliyah atau dalam artian lain ‘bodoh’. Bodoh disini bukan dalam intelegensianya, namun dalam pemikiran atau pemahaman dan moralitasnya.

Warga dari suku Quraisy disana terkenal dengan masyarakat yang suka sekali dengan berpuisi.
Mereka menjadikan puisi sebagai salah satu seni hiburan rakyat disaat berkumpul di tempat-tempat ramai.

Sekilas tentang Riwayat Awal Nabi Muhammad Muhammad Sholallahu 'Alaihi wa Salam dilahirkan di Mekkah Al Mukarramah pada hari Senin tanggal 12 Rabi'ul Awwal tahun 571 M.

Tahun tersebut adalah tahun ketika Abrahah Al Habsyi berusaha menghancurkanKa'bah, maka Allah lalu menghancurkan Abrahah dan tentaranya, dan hal tersebut disebutkan di dalam Al Qur’an surat Al Fiil.

Ayah beliau adalah Abdullah bin Abdil Muthallib bin Hasyim bin Abdi Manaf. Ia meninggal sebelum Nabi Shalallahu 'Alaihi wa Salam dilahirkan.

Oleh karena itu beliau dilahirkan dalam keadaan yatim. Ibu beliau adalah Aminah binti Wahb bin Abdi Manaf bin Zuhrah bin Kilab bin Murrah.

Setelah melahirkan beliau, Ibunya memberikan kabar gembira dengan kelahiran cucu dan mengirim beliau kepada kakeknya.

Sang kakek datang menyambut dengan menggendongnya. Kemudian Sang kakek membawanya memasuki Ka'bah bersama beliau.

Kakeknya berdoa bagi beliau dan menamai beliau Muhammad. Allah 'Azza wa Jalla berfirman: "Dan (aku) memberikan kabar gembira dengan seorang rasul yang datang sesudahku yang bernama Ahmad (Muhammad)" (QS. Ash Shaff: 6).

Nasabbeliau dari sisi ayah adalah: Muhammad bin Abdillah bin Abdil Muthallib bin Hasyim bin Abdi Manaf bin Qushai bin Kilab bin Murrah bin Ka'ab bin Lu'ai bin ghalib bin Fihr bin Malik bin AnNadhar bin Kinanah bin Khuzaimah bin Mudrikah bin Ilyas bin Mudhar bin Nazzar bin Ma'ad bin Adnan.

Adnan termasuk keturunan Ismail bin Ibrahim 'Alaihimussallam. Nasab ayah Nabi Sholallahu 'Alaihi wa Salam bertemu dengan nasab ibu beliau pada Kilab bin Murrah.

Masa penyusuan Nabi Sholallahu 'Alaihi wa Salam.
Di masa itu, orang-orang mulia suku Quraisy mempunyai sebuah kebiasaan untuk menyerahkan anak-anak mereka kepada para ibu susuan yang berasal dari desa (pedalaman). Agar di tahun-tahun pertama kehidupannya sang anak hidup di udara pedalaman yang segar, sehingga badannya menjadi kuat karenanya.

Oleh karena itu Abdul Muthallib mencari ibu susuan bagi Muhammad Sholallahu 'Alaihi wa Salam. Ketika itu datanglah wanita-wanita dari bani Sa'ad di Mekkah. Mereka mencari anak-anak untuk disusui. Di antara mereka adalah Halimah As Sa'diyyah.

Semua wanita itu telah mengambil anak untuk disusui kecuali Halimah. Ia tidak menemukan selain Muhammad. Pada mulanya ia enggan mengambil beliau dikarenakan beliau adalah anak yatim tanpa ayah. Namun ia tidak suka kembali tanpa membawa anak susuan. Akhirnya Halimah mengambil beliau karena tidak ada bayi selain beliau untuk disusui.

Halimah mendapatkan banyak dari barokah Nabi Sholallahu 'Alaihi wa Salam selama menyusui beliau.
Nabi Sholallahu 'Alaihi wa Salam menetap di Bani Sa'ad selama dua tahun, selama masa penyusuan.
Kemudian Halimah membawanya ke Makkah. Ia membawanya kepada ibu beliau, Halimah meminta, agar beliau bisa tinggal bersamanya lebih lama lagi.

Kemudian Rasulullah Sholallahu 'Alaihi wa Salam mencapai usia lima tahun. Di usia itu terjadi peristiwa pembelahan dada beliau.

Jibril datang kepada Muhammad Sholallahu 'Alaihi wa Salam. Ketika itu beliau tengah bermain-main bersama anak-anak lain.

Jibril mengambil beliau kemudian melemparkannya ke tanah. Ia mengambil jantung beliau. Ia mengeluarkan segumpal darah (hati) dari jantung tersebut. Kemudian ia berkata: "Ini adalah bagian syaithan dari dirimu".

Lalu ia mencucinya dalam baskom emas dengan air zam-zam. Kemudian Jibril mengembalikan jantung itu seperti semula. Anas Radhiyallahu'anhu, perawi hadits ini mengatakan: "Sungguh aku telah melihat bekas sobekan di dada beliau".

Maka kemudian Halimah mengetahui kejadian ini. Ia pun sangat mengkhawatirkan akan keselamatan beliau. Sehingga ia mengembalikan beliau kepada sang ibu. Rasulullah Sholallahu 'Alaihi wa Salam.

Dikembalikan oleh Halimah. Beliau pun tinggal bersama sang ibu. Ketika beliau mencapai usia enam tahun, Aminah membawanya ke Yatsrib. Mereka menunjungi paman-paman beliau. Mereka adalah saudara Aminah dari Bani An Najjar.

Aminah pergi bersama Ummu Aiman, pengasuh Nabi Sholallahu 'Alaihi wa Salam. Di perjalanan pulang dari Yatsrib, ibu beliau meninggal. Ia meninggal di suatu tempat yang disebut Al Abwa' yang berada di antara Mekkah dan Madinah.

Maka Ummu Aiman kembali ke Mekkah bersama beliau. Kemudian beliau diasuh oleh sang kakek Abdul Muthallib.

Demikianlah bahasan untuk kali ini dan Insya Allah Bersambung...>

2 komentar: