Senin, 29 Juli 2013

Nasihat Imam al Ghazali Ke-6-10),-

Nasihat Ke-6

Allâh SWT berfirman,
“Wahai anak Adam!,
Aku tidak menciptakan kalian untuk memperbanyak jumlah kalian dari yang tadinya sedikit,
tidak untuk berteman dengan kalian setelah tadinya kesepian,
tidak untuk meminta bantuan kalian atas sesuatu yang Aku tak mampu kerjakan,
juga tidak untuk memetik manfa'at atau menolak mudarat.
Tapi,
Aku menciptakan kalian agar kalian terus mengabdi pada-Ku,
agar banyak bersyukur pada-Ku dan agar bertasbih pada-Ku,
baik pagi mau pun petang.

Wahai anak Adam!
Seandainya generasi dahulu dan kemudian dari kalian,
jin dan manusia,
yang kecil dan yang besar,
yang merdeka dan yang menjadi hamba,
semuanya berkumpul untuk ta’at pada-Ku,
hal itu tak akan menambah kerajaan-Ku sedikitpun.
Siapa yang berjihad, sebenarnya ia berjihad untuk dirinya sendiri.
Allâh Maha Kaya, tidak butuh atas seluruh isi alam.

Wahai Anak Adam!
Engkau akan disakiti sebagaimana engkau menyakiti.
Dan engkau akan diperlakukan sebagaimana engkau berbuat.”

(Abu Hamid ibn Muhammad ibn Muhammad al-Tusi al-Syafi’i al-Ghazali)

Nasihat Ke-7

Allâh SWT berfirman,
“Wahai anak Adam!
Wahai para hamba dinar dan dirham!
Aku ciptakan keduanya agar dengannya kalian bisa memakan rezeki-Ku,
bisa memakai pakaian-Ku, bertasbih, dan menyucikan-Ku.
Lantas kalian mengambil Kitab-Ku dan membelakangi nya,
kalian ambil dinar dan dirham dan meletakkannya di atas kepala kalian.
Kalian tinggikan rumah kalian, sementara rumah-Ku kalian rendahkan.
Kalian bukan orang-orang yang baik, dan bukan pula orang merdeka.
Kalian hanyalah para hamba dunia.
Kerumunan kalian tak ubahnya seperti kuburan;
bentuk luarnya tampak indah, sementara isinya busuk.
Demikian juga kalian berbuat baik kepada manusia,
kalian mencintai mereka, bermanis lidah kepada mereka,
tetapi sebenarnya kalian menjauhi mereka dengan hati kalian yang keras dan sifat kalian yang buruk.

Wahai anak Adam!
Ikhlaslah dalam beramal dan mintalah kepada-Ku,
sebab Aku akan memberi lebih banyak daripada yang diminta oleh sang peminta.”

(Abu Hamid ibn Muhammad ibn Muhammad al-Tusi al-Syafi’i al-Ghazali)

Nasihat Ke-8

Allâh SWT berfirman,
“Wahai anak Adam!
Aku tidak menciptakan kalian dengan sia-sia, dan tidak menciptakan kalian secara percuma.
Aku tidak pernah lalai, Aku Maha Mengetahui tentang kalian.
Kalian tidak akan memperoleh apa yang ada di sisi-Ku,
kecuali dengan bersabar terhadap apa yang tidak kalian sukai dalam hal yang Ku-ridhai.
Bersabar untuk tetap ta’at pada-Ku lebih mudah bagi kalian daripada bersabar untuk tidak bermaksiat kepada-Ku.
Meninggalkan dosa lebih mudah bagi kalian daripada meminta ampunan kepada-Ku dari panasnya neraka.
Siksa dunia lebih mudah bagi kalian daripada siksa akhirat.

Wahai anak Adam!
Semua kalian akan tersesat, kecuali yang Aku beri petunjuk.
Masing-masing kalian berbuat salah, kecuali yang Aku lindungi.
Maka bertaubatlah kepada-Ku, niscaya Aku menyayangi kalian.
Jangan kalian buka rahasia kalian kepada Dzat yang tak pernah tersembunyi bagi-Nya rahasia kalian.”

(Abu Hamid ibn Muhammad ibn Muhammad al-Tusi al-Syafi’i al-Ghazali)

Nasihat Ke-9

Allâh SWT berfirman,
“Wahai anak Adam!
Jangan kalian melaknat makhluk, sebab laknat tersebut akan kembali kepada kalian.

Wahai anak Adam!
Langit tegak di angkasa tanpa tiang karena salah satu dari nama-Ku,
tetapi hati kalian tak pernah tegak dengan seribu nasihat dalam kitab-Ku.

Wahai manusia!
Batu itu tidak akan lunak karena berada dalam air,
sebagaimana nasihat tidak mampu mempengaruhi hati yang keras.

Wahai anak Adam!
Bagaimana kalian bersaksi sebagai hamba-hamba Allâh,
tetapi kalian mendurhakai-Nya?
Bagaimana kalian meyakini bahwa mati adalah pasti,
namun kalian membencinya?
Kalian mengatakan hal yang tidak kalian ketahui dan menganggapnya remeh,
padahal yang demikian itu besar di sisi Allâh.”

(Abu Hamid ibn Muhammad ibn Muhammad al-Tusi al-Syafi’i al-Ghazali)


Nasihat Ke-10

Allâh SWT berfirman,
“Wahai manusia!
Telah datang kepada kalian nasihat dan obat pelipur lara dari Tuhan kalian (QS. Yunus [10]:57).
Mengapa kalian hanya berbuat baik terhadap orang yang berbuat baik kepada kalian.
Kalian hanya menyambung tali silaturahmi dengan orang yang bersilaturahmi dengan kalian.
Kalian hanya berbicara dengan orang yang mengajak kalian bicara.
Kalian hanya memberi makan kepada orang yang memberi kalian makan,
dan hanya menghormati orang yang menghormati kalian.
Tidak ada seorang pun yang lebih mulia dari pada yang lain.
Yang disebut orang mukmin hanyalah yang beriman kepada Allâh dan Rasul-Nya.
Mereka berbuat baik kepada orang yang berbuat jahat kepadanya,
menyambung tali silaturahmi dengan orang yang memutuskan hubungan dengannya,
mema'afkan orang yang tidak memberi ma'af,
menunaikan amanah terhadap orang yang mendurhakainya,
mengajak bicara orang yang meninggalkannya,
dan menghormati orang yang merendahkannya.
Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui atas kalian semua.”

(Abu Hamid ibn Muhammad ibn Muhammad al-Tusi al-Syafi’i al-Ghazali)

Anda Suka Mari Gabung Bersama Kami di ~* TIJAN=Titian-Jannah*~ Sekian Dan Syukron Atas Perhatiaannya. "Wassalam,-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar