Tampilkan postingan dengan label Nasihat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nasihat. Tampilkan semua postingan

Kamis, 01 Agustus 2013

Nasihat Imam al-Ghazali ke : 11-16),-

Nasihat Imam al Ghazali Ke-11

Allâh SWT berfirman,
“Wahai manusia!
Dunia adalah rumah bagi orang-orang yang tidak mempunyai rumah,
harta bagi mereka yang tidak berharta.

Orang-orang yang tidak berakal akan mengumpulkannya,
orang yang tidak mengerti akan membanggakannya,
orang yang tidak bertawakal pada Allâh akan tamak padanya,
dan orang yang tak mengenal akan menuruti hawa nafsunya padanya.

Maka dari itu, siapa yang mencari kenikmatan dan kehidupan yang sementara,
berarti dia telah berbuat aniaya pada dirinya,
mendurhakai Tuhannya,
lupa pada akhirat,
dan tertipu oleh dunia.
Ia melakukan dosa, lahir dan batin.

‘Orang-orang yang melakukan dosa akan di balas sesuai dengan perbuatannya.’ (QS. Al-An’âm [6]:120).

Wahai anak Adam!
Perhatikanlah Aku,
berdaganglah dan berhubunganlah dengan-Ku.

Serta sedikitlah mengambil keuntungan.

Di sisi-Ku terdapat sesuatu yang belum pernah terlihat oleh mata,
belum pernah terdengar oleh telinga,
dan belum pernah terlintas dalam hati manusia.

Gudang-Ku tak akan pernah habis dan tidak akan berkurang.
Sesungguhnya Aku Maha Pemberi dan Maha Mulia.”

(Abu Hamid ibn Muhammad ibn Muhammad al-Tusi al-Syafi’i al-Ghazali)


Nasihat Imam al Ghazali Ke-12

Allâh SWT berfirman,
“Wahai anak Adam!
Ingatlah nikmat-Ku yang telah Kuberikan kepadamu.
Penuhilah janjimu, niscaya Aku akan memenuhi janji-Ku kepadamu.
Hanya kepada-Ku hendaknya kamu takut” (QS. Al-Baqarah [2]:40).

Sebagaimana kalian mendapat petunjuk hanya dengan suatu dalil,
begitu pula jalan menuju surga hanya dengan amal.

Sebagaimana harta kekayaan hanya bisa diperoleh dengan usaha keras,
begitu pula kalian hanya bisa masuk surga dengan bersabar dalam beribadah kepada-Ku.

Maka hampirilah Allâh dengan amal ibadah sunah.

Carilah ridha-Ku dengan ridhanya para fakir miskin.
Tuntutlah rahmat-Ku dengan menghadiri majelis-majelis para ulama,
karena rahmat-Ku tak pernah lepas sedetikpun dari mereka.

Allâh SW berfirman,
“Wahai Musa dengarlah ucapan-Ku.
Siapa yang sombong terhadap orang miskin, ia akan dikumpulkan pada hari kiamat dalam bentuk biji sawi.

Sedangkan siapa yang rendah hati pada mereka, ia akan dimuliakan di dunia dan di akhirat.

Siapa yang membuka rahasia orang miskin, ia akan di kumpulkan pada hari kiamat dalam keadaan rahasianya terungkap.

Siapa yang menghinakan orang miskin berarti ia telah terang-terangan memerangi-Ku.

Sementara siapa yang beriman kepada-Ku, malaikat menyalaminya baik di dunia maupun di akhirat.”

(Abu Hamid ibn Muhammad ibn Muhammad al-Tusi al-Syafi’i al-Ghazali)


Nasihat Imam al-Ghazali) Ke-13

Allâh SWT berfirman,
“Wahai anak Adam!
Betapa banyak lampu-lampu dipadamkan oleh hembusan hawa nafsu;
betapa banyak ahli ibadah yang dirusak oleh rasa ‘ujub-nya;
betapa banyak orang kaya yang dihancurkan oleh kekayaannya;
betapa banyak orang miskin yang dibinasakan oleh kemiskinannya;
betapa banyak orang sehat yang dirusak oleh kesehatannya;
betapa banyak orang alim yang dibinasakan oleh ilmunya;
serta betapa banyak orang bodoh yang dihancurkan oleh kebodohannya.

Kalau bukan karena masih adanya para orang tua yang rukuk,
anak muda yang beribadah secara khusyuk,
bayi-bayi yang menyusu,
dan hewan-hewan yang digembala,
niscaya Aku buat langit di atas kalian menjadi besi,
bumi menjadi tandus,
dan debu menjadi abu.

Serta, tak akan Ku-turunkan bagi kalian setetes airpun dari langit,
takkan Ku-tumbuhkan satu benih pun,
dan akan Ku-tuangkan bagi kalian siksa yang keras.”

(Abu Hamid ibn Muhammad ibn Muhammad al-Tusi al-Syafi’i al-Ghazali)


Nasihat Imam al Ghazali Ke-14

Allâh SWT berfirman,
“Wahai anak Adam!
Hampirilah Aku sesuai dengan kadar kebutuhanmu pada-Ku,
dan bermaksiatlah pada-Ku sesuai dengan kadar ketahananmu menghadapi api neraka.
Janganlah kalian melihat pada ajal kalian yang ditunda,
pada rezeki kalian yang ada,
dan dosa kalian yang tersembunyi.

“Segala sesuatu akan binasa kecuali Dzat-Nya. Milik-Nya semua aturan dan kepada-Nya kalian dikembalikan” (QS. Al-Qashash [28]:88).

(Abu Hamid ibn Muhammad ibn Muhammad al-Tusi al-Syafi’i al-Ghazali)


Nasihat Imam al Ghazali Ke-15

Allâh SWT berfirman,

“Wahai anak Adam!
Apabila agama, daging, dan darah kalian baik, maka amal, daging, dan darah kalian juga baik.

Namun apabila agama kalian rusak, rusak pula amal, daging, dan darah kalian.

Jangan engkau menjadi lampu yang membakar dirimu lalu menerangi orang lain.

Keluarkan kecintaan terhadap dunia dari hatimu,
karena Aku tak akan menyatukan antara cinta dunia dan cinta pada-Ku pada hati yang sama.
Sayangilah dirimu dalam mengumpulkan harta.

Sebab, rezekimu telah ditentukan,
orang yang tamak tak akan mendapatkan,
orang yang bakhil adalah tercela,
nikmat takkan langgeng,
mencari rezeki tanpa batas adalah perbuatan jahat.

Sementara itu, ajal sudah pasti, yang hak sudah diketahui, sebaik-baik hikmah Allâh adalah khusyu',
Sebaik-baik kekayaan adalah sifat qana’ah,
Sebaik-baik bekal adalah taqwa,
Sebaik-baik isi hati adalah yakin,
dan sebaik-baik pemberian adalah kesehatan dan keselamatan.”

(Abu Hamid ibn Muhammad ibn Muhammad al-Tusi al-Syafi’i al-Ghazali)


Nasihat Imam al Ghazali Ke-16

Allâh SWT berfirman,
“Wahai orang-orang yang beriman, mengapa kalian mengatakan apa yang tak kalian perbuat? (QS. Ash-Shaff [61]:2)

Betapa sering kalian berkata-kata tapi mernyalahi.
Betapa sering kalian mencegah sesuatu yang kalian sendiri melakukan.

Betapa sering kalian memerintahkan tapi tak pernah mengerjakan.
Betapa kalian mengumpulkan apa yang tak kalian maka
n.
Sering kali kalian menunda-nunda taubat, hari demi hari, tahun demi tahun,

kemudian setelah itu kalian tak diberi jatah tempo lagi.
Apa ada yang bisa menyelamatkan kalian dari maut?
Apakah kalian bisa melepaskan diri dari api neraka?

Apakah kalian yakin bisa mendapat surga?
Atau apakah antara kalian dan Tuhan ada hubungan kasih sayang?
Semua nikmat itu telah membuatmu terputus,
kebaikan itu telah merusakmu, dan panjang angan-angan telah menjerumuskanmu dari dunia.

Jangan kau simpan kesehatan dan keselamatan yang ada, 
karena hari-harimu telah diketahui dan nafasmu terbatas.
Berikan untuk dirimu apa yang tersisa.

Wahai anak Adam!
Engkau datangi amalmu.
Setiap hari umurmu berkurang, sejak engkau keluar dari perut ibumu.
Setiap hari engkau mendekati sa’at-sa’at dimasukkan ke liang kubur.

Wahai anak Adam!
Di dunia engkau seperti lalat.
Setiap kali jatuh di madu, ia bergantung padanya.
Begitu pun engkau.

Jangan engkau menjadi seperti kayu bakar yang membakar dirinya dengan api untuk memberi manfa’at pada orang lain.”

(Abu Hamid ibn Muhammad ibn Muhammad al-Tusi al-Syafi’i al-Ghazali)

Senin, 29 Juli 2013

Nasihat Imam al Ghazali Ke-6-10),-

Nasihat Ke-6

Allâh SWT berfirman,
“Wahai anak Adam!,
Aku tidak menciptakan kalian untuk memperbanyak jumlah kalian dari yang tadinya sedikit,
tidak untuk berteman dengan kalian setelah tadinya kesepian,
tidak untuk meminta bantuan kalian atas sesuatu yang Aku tak mampu kerjakan,
juga tidak untuk memetik manfa'at atau menolak mudarat.
Tapi,
Aku menciptakan kalian agar kalian terus mengabdi pada-Ku,
agar banyak bersyukur pada-Ku dan agar bertasbih pada-Ku,
baik pagi mau pun petang.

Wahai anak Adam!
Seandainya generasi dahulu dan kemudian dari kalian,
jin dan manusia,
yang kecil dan yang besar,
yang merdeka dan yang menjadi hamba,
semuanya berkumpul untuk ta’at pada-Ku,
hal itu tak akan menambah kerajaan-Ku sedikitpun.
Siapa yang berjihad, sebenarnya ia berjihad untuk dirinya sendiri.
Allâh Maha Kaya, tidak butuh atas seluruh isi alam.

Wahai Anak Adam!
Engkau akan disakiti sebagaimana engkau menyakiti.
Dan engkau akan diperlakukan sebagaimana engkau berbuat.”

(Abu Hamid ibn Muhammad ibn Muhammad al-Tusi al-Syafi’i al-Ghazali)

Nasihat Ke-7

Allâh SWT berfirman,
“Wahai anak Adam!
Wahai para hamba dinar dan dirham!
Aku ciptakan keduanya agar dengannya kalian bisa memakan rezeki-Ku,
bisa memakai pakaian-Ku, bertasbih, dan menyucikan-Ku.
Lantas kalian mengambil Kitab-Ku dan membelakangi nya,
kalian ambil dinar dan dirham dan meletakkannya di atas kepala kalian.
Kalian tinggikan rumah kalian, sementara rumah-Ku kalian rendahkan.
Kalian bukan orang-orang yang baik, dan bukan pula orang merdeka.
Kalian hanyalah para hamba dunia.
Kerumunan kalian tak ubahnya seperti kuburan;
bentuk luarnya tampak indah, sementara isinya busuk.
Demikian juga kalian berbuat baik kepada manusia,
kalian mencintai mereka, bermanis lidah kepada mereka,
tetapi sebenarnya kalian menjauhi mereka dengan hati kalian yang keras dan sifat kalian yang buruk.

Wahai anak Adam!
Ikhlaslah dalam beramal dan mintalah kepada-Ku,
sebab Aku akan memberi lebih banyak daripada yang diminta oleh sang peminta.”

(Abu Hamid ibn Muhammad ibn Muhammad al-Tusi al-Syafi’i al-Ghazali)

Nasihat Ke-8

Allâh SWT berfirman,
“Wahai anak Adam!
Aku tidak menciptakan kalian dengan sia-sia, dan tidak menciptakan kalian secara percuma.
Aku tidak pernah lalai, Aku Maha Mengetahui tentang kalian.
Kalian tidak akan memperoleh apa yang ada di sisi-Ku,
kecuali dengan bersabar terhadap apa yang tidak kalian sukai dalam hal yang Ku-ridhai.
Bersabar untuk tetap ta’at pada-Ku lebih mudah bagi kalian daripada bersabar untuk tidak bermaksiat kepada-Ku.
Meninggalkan dosa lebih mudah bagi kalian daripada meminta ampunan kepada-Ku dari panasnya neraka.
Siksa dunia lebih mudah bagi kalian daripada siksa akhirat.

Wahai anak Adam!
Semua kalian akan tersesat, kecuali yang Aku beri petunjuk.
Masing-masing kalian berbuat salah, kecuali yang Aku lindungi.
Maka bertaubatlah kepada-Ku, niscaya Aku menyayangi kalian.
Jangan kalian buka rahasia kalian kepada Dzat yang tak pernah tersembunyi bagi-Nya rahasia kalian.”

(Abu Hamid ibn Muhammad ibn Muhammad al-Tusi al-Syafi’i al-Ghazali)

Nasihat Ke-9

Allâh SWT berfirman,
“Wahai anak Adam!
Jangan kalian melaknat makhluk, sebab laknat tersebut akan kembali kepada kalian.

Wahai anak Adam!
Langit tegak di angkasa tanpa tiang karena salah satu dari nama-Ku,
tetapi hati kalian tak pernah tegak dengan seribu nasihat dalam kitab-Ku.

Wahai manusia!
Batu itu tidak akan lunak karena berada dalam air,
sebagaimana nasihat tidak mampu mempengaruhi hati yang keras.

Wahai anak Adam!
Bagaimana kalian bersaksi sebagai hamba-hamba Allâh,
tetapi kalian mendurhakai-Nya?
Bagaimana kalian meyakini bahwa mati adalah pasti,
namun kalian membencinya?
Kalian mengatakan hal yang tidak kalian ketahui dan menganggapnya remeh,
padahal yang demikian itu besar di sisi Allâh.”

(Abu Hamid ibn Muhammad ibn Muhammad al-Tusi al-Syafi’i al-Ghazali)


Nasihat Ke-10

Allâh SWT berfirman,
“Wahai manusia!
Telah datang kepada kalian nasihat dan obat pelipur lara dari Tuhan kalian (QS. Yunus [10]:57).
Mengapa kalian hanya berbuat baik terhadap orang yang berbuat baik kepada kalian.
Kalian hanya menyambung tali silaturahmi dengan orang yang bersilaturahmi dengan kalian.
Kalian hanya berbicara dengan orang yang mengajak kalian bicara.
Kalian hanya memberi makan kepada orang yang memberi kalian makan,
dan hanya menghormati orang yang menghormati kalian.
Tidak ada seorang pun yang lebih mulia dari pada yang lain.
Yang disebut orang mukmin hanyalah yang beriman kepada Allâh dan Rasul-Nya.
Mereka berbuat baik kepada orang yang berbuat jahat kepadanya,
menyambung tali silaturahmi dengan orang yang memutuskan hubungan dengannya,
mema'afkan orang yang tidak memberi ma'af,
menunaikan amanah terhadap orang yang mendurhakainya,
mengajak bicara orang yang meninggalkannya,
dan menghormati orang yang merendahkannya.
Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui atas kalian semua.”

(Abu Hamid ibn Muhammad ibn Muhammad al-Tusi al-Syafi’i al-Ghazali)

Anda Suka Mari Gabung Bersama Kami di ~* TIJAN=Titian-Jannah*~ Sekian Dan Syukron Atas Perhatiaannya. "Wassalam,-

Nasihat Imam al Ghazali : Ke:1-5),-

Nasihat Ke-1

Allâh SWT berfirman,
“Wahai anak Adam!
Aku heran kepada orang yang meyakini kematian, bagaimana ia masih bisa bersenang-senang?
Aku heran kepada orang yang meyakini hisab, bagaimana ia sibuk mengumpulkan harta?
Aku heran kepada orang yang meyakini alam kubur, bagaimana ia masih bisa tertawa?
Aku heran kepada orang yang meyakini akhirat, bagaimana ia bisa istirahat?
Aku heran kepada orang yang meyakini bahwa dunia akan sirna, bagaimana ia merasa tenteram bersamanya?
Aku heran kepada orang yang ahli bicara, tapi kalbunya buta.
Aku heran kepada orang yang bersuci dengan air, tapi ia tidak pernah menyucikan hatinya.
Aku heran kepada orang yang sibuk mengurusi aib orang lain, sementara ia lupa kepada aib dirinya.
Atau, kepada orang yang mengetahui bahwa Allâh melihatnya, bagaimana ia mendurhakai-Nya.
Atau, kepada orang yang percaya bahwa ia akan mati sendirian, berada dalam kuburnya sendirian, dan dihisab sendirian, bagaimana ia merasa senang bersama manusia?
Tiada tuhan selain-Ku, dan Muhammad adalah hamba dan Rasul-Ku.”

(Abu Hamid ibn Muhammad ibn Muhammad al-Tusi al-Syafi’i al-Ghazali)

Nasihat Ke-2

Allâh SWT berfirman,
“Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Aku, tiada sekutu bagi-Ku, dan Muhammad adalah hamba dan Rasul-Ku.
Siapa yang tidak rela terhadap ketentuan-Ku,
tidak sabar terhadap ujian-Ku,
tidak mensyukuri nikmat-Ku,
dan tidak puas dengan pemberian-Ku,
maka hendaknya ia menyembah tuhan selain-Ku.

Siapa yang sedih terhadap kehidupan dunianya, seolah-olah ia sedang murka kepada-Ku.
Siapa yang mengeluh atas suatu musibah, berarti ia telah mengeluhkan-Ku.
Siapa yang mendatangi orang kaya, lalu ia merendahkan diri karena kekayaannya, maka hilanglah dua per tiga agamanya.
Siapa yang memukul wajahnya karena kematian seseorang, seolah-olah ia telah mengambil tombak untuk memerang-Ku.
Siapa yang mematahkan kayu di atas kubur, seolah-olah ia telah menghancurkan Ka’bah-Ku dengan tangannya.
Siapa yang tak peduli dari mana ia mendapat makanan, maka Allâh juga tak peduli dari pintu mana ia akan dimasukkan ke neraka jahanam.
Siapa yang tidak bertambah agamanya, berarti ia merugi.
Sementara orang yang merugi, mati adalah lebih baik baginya.
Siapa yang mengamalkan apa yang ia ketahui, maka Allâh akan mewariskan untuknya ilmu yang tidak ia ketahui.
Serta siapa yang panjang angan-angan, maka amalnya tidak ikhlas.

(Abu Hamid ibn Muhammad ibn Muhammad al-Tusi al-Syafi’i al-Ghazali)

Nasihat Ke-3

Allâh SWT berfirman,
“Wahai anak Adam!
Jadilah orang yang qana’ah, maka engkau akan merasa cukup.
Tinggalkan rasa dengki, pasti engkau bahagia.
Hindarilah hal yang haram, pasti kamu ikhlas dalam beragama.
Siapa yang tidak melakukan ghibah, Aku cinta padanya.
Siapa yang meninggalkan manusia, ia akan selamat dari mereka.
Siapa yang sedikit bicara, sempurnalah akalnya.
Siapa yang ridha dengan yang sedikit, berarti ia telah yakin kepada Allâh SWT.

Wahai anak Adam!
Engkau tidak mau mengamalkan apa yang engkau ketahui, lalu bagaimana engkau mencari pengetahuan yang tidak kamu ketahui?

Wahai anak Adam!
Engkau telah berbuat di dunia seolah-olah tidak akan mati esok, dan sibuk mengumpulkan harta seakan-akan hidup selamanya.

Wahai dunia!
Jangan engkau beri orang yang tamak padamu. Carilah orang yang zuhud terhadapmu. Menjadi manislah engkau dalam pandangan orang yang melihatmu.”


Nasihat Ke-4

Allâh SWT berfirman,
“Wahai anak Adam!
Siapa yang sedih karena dunia, hal itu hanya akan menjauhkannya dari Allâh.
Di dunia ia lelah, di akhirat ia susah; Allâh akan buat hatinya senantiasa risau, terus sibuk tiada henti, miskin tanpa pernah bisa kaya, dan selalu diliputi oleh angan-angan.

Wahai anak Adam!
Umurmu setiap hari berkurang, tapi engkau tidak mengetahui.
Setiap hari Aku datang membawa rezekimu, tapi engkau tidak pernah bersyukur.
Engkau tidak pernah puas dengan yang sedikit, dan tak pernah kenyang dengan harta yang banyak.

Wahai anak Adam!
Setiap hari Aku berikan rezeki padamu.
Sementara setiap malam para malaikat datang pada-Ku membawa amal burukmu.
Engkau makan rezeki-Ku, tapi engkau maksiat pada-Ku.
Engkau ber-do’a kepada-Ku lantas Kukabulkan.
Kebaikan-Ku tercurah padamu, tetapi justru kejahatanmu yang sampai pada-Ku.
Sebaik-baik kekasihmu adalah Aku. Sedangkan, seburuk-buruk hamba-Ku adalah engkau.
Engkau lepaskan apa yang Ku-berikan kepadamu.
Kututupi keburukanmu setelah sebelumnya terbuka.
Aku malu padamu, sementara engkau tidak pernah malu pada-Ku.
Engkau melupakan-Ku dan mengingat yang lain.
Engkau takut pada manusia, dan merasa aman dari-Ku.
Engkau takut pada murka mereka dan tidak takut pada murka-Ku.”

(Abu Hamid ibn Muhammad ibn Muhammad al-Tusi al-Syafi’i al-Ghazali)


Nasihat Ke -5

Allâh SWT berfirman,
“Wahai anak Adam!,
jangan engkau menjadi orang yang meremehkan taubat,
panjang angan-angan,
mengharap akhirat tanpa mau beramal,
bertutur kata layaknya orang-orang yang ahli ibadah,
tapi beramal layaknya orang munafik.
Jika diberi tidak pernah puas, dan jika tidak diberi tak bisa sabar.
Menyeru kepada kebajikan tapi ia sendiri tidak mengamalkan.
Mencegah kejahatan, tapi ia sendiri terus melakukannya.
Mencintai orang shalih, sementara ia sendiri bukan termasuk golongan mereka,
dan membenci orang-orang munafik, tapi ia sendiri termasuk diantara mereka.
Mengatakan sesuatu yang tidak ia kerjakan dan mengerjakan yang tidak diperintah.
Ia menagih apa yang ia sendiri tidak penuhi.

Wahai anak Adam!
Setiap kali hari berganti, bumi berbicara kepadamu, yang isinya,
‘Wahai anak manusia,
engkau berjalan di atas punggung-ku,
dikubur di dalam perut-ku,
mengumbar syahwat di atas punggung-ku,
dan ulat-ulat melahapmu di dalam perut-ku.

Wahai anak Adam!
Aku rumah pengasingan,
rumah pertanyaan,
rumah kesendirian,
rumah kegelapan,
rumah ular dan kalajengking,
maka makmurkanlah aku, jangan engkau rusak!’”

(Abu Hamid ibn Muhammad ibn Muhammad al-Tusi al-Syafi’i al-Ghazali)

Anda Suka GabungYuuk Bersama Kami Di ~* TIJAN=Titian-Jannah II *~