Senin, 19 Desember 2011

PERJALANANAN MENUJU ALAM KEABADIAN (SYURGA)


Catatanku Berkas Kajian...

Bismillahi Rahmanir Rahim.

Assallamualaikum Wr. Wb.

Hidup sesudah mati menurut agama islam terbagi dlm beberapa masa.
1- Masa menunggu (Alam barzah atau alam kubur)...
2- masa peralihan (kiamat kubro).
3- masa kebangkitan
4- masa perhisaban
5- masa pembalasan.

PERJALANAN ABADI: - ALAM KUBUR
Adalah awal persinggahan menuju ke akhirat.
TIUPAN SANGKAKALA. - HARI KEBANGKITAN. - PADANG MAHSYAR Allah mengumpulkan mahluk untuk Di hisab. - SYAFA'AT. - HISAB hari perhitungan. - CATATAN AMAL. - MIZAN (NERACA)/prtimbangan. - HAUDH (telaga) - UJIAN bagi kaum mukminin - SHIRATH (TITIAN) Berupa jembatan yg membentang Di atas neraka. –

NERAKA - QANTHARAH (jembatan antara surga & neraka)
1. Alam Kubur adalah awal persinggahan menuju akhirat ia merupakan lubang neraka bagi orang 2 kafir dan orang 2 munafik,namun merupakan taman bagi orang2 mukmin.

Ada siksa di alam kubur atas beberapa maksiat seperti: . Tidak membersihkan diri dari air kencing, . Mengadu domba (namimah) . Berkhianat dalam Hal rampasan perang .
Dusta. Tidur melalaikan shalat. Tdk membaca Al-Qur'an, brzina,homoseksual. Riba,tdk mmbayar hutang dll

Yang dapat menyelamatkn adlah amal shaleh yg ikhlas karena Allah.brlindung kpd Allah dari siksa kubur,mmbaca surat Al-Mulk dsbg Yg dilindungi dari siksa kubur adalah org yg mati syahid,org yg mnjaga prbatasan dari musuh,orang yg meninggal pd hari jum'at,(tentunya bagi orang yg beriman)

Orang yg meninggal karna sakit perut dan sebaganya. "Kubur adlah persinggahan pertama negri akhirat,barang siapa yg dpt selamat darinya maka apa yg akan Di jumpai setelahnya lebih ringan dan barang siapa yg tdk dpt selamat darinya maka yg akan Di jumpai setelahnya lebih mngerikan."(HR.Tirmizi) "

Sesungguhnya jika seorang hamba Di masukan ke dlm kubur dan para pengiring'nya tlah pergi kembali, ia akan mendengar langkah mereka.

Rasulullah bersabda:"Dua orang malaikat datang dan berkata","apa yg dulu engkau katakan tentang laki2 ini?" ia berkata:"aku bersaksi bahwa ia adlh hamba Allah dan Rasul-Nya.

" Rasulullah bersabda:"lihatlah tempat dudukmu Di neraka, Allah telah menggantinya dengan tempat duduk Di surga.

" Rasulullah bersabda: "lalu ia melihat surga dan neraka,sedangkan orang kafir dan munafik akan di tanya. "apa yg dulu engkau katakan ttg laki2 ini?" ia berkata "aku tidak tau aku berkta seprti apa yg dikatakn manusia" dikatakan kepdanya "engkau tidak tau dan tidak membaca.

" Lalu ia Di pukul dengan palu godam dari besi dengan sekali pukulan sampai ia menjerit dan jeritannya terdengar oleh yg berada Di dekatnya kecuali oleh jin dan manusia."(HR.Tirmizi)

2. Tiupan sangkakala ialah sangkakala besar yg Di kulum oleh israfil.menunggu kapan Di perintahkn untuk meniupnya yaitu tiupan Faza' (kematian) berdasarkan firman Allah:

Dan ingatlah hari ketika ditiup sangkakala,maka terkejutlah segala yg Di langit dan segala yg di bumi,kecuali siapa yg dikhehendaki Allah."(An-Naml:87) maka hancurlah alam semesta,kemudian setelah 40 masa di tiuplah dengan tiupan ba'ts (kebangkitan).

Berdasarkan firman Allah s.w.t:"kemudian di tiup sangkakala sekali lagi maka tiba2 mereka berdiri menunggu (putusannya masing2)."(QS.Az-Zumar:68

3. Hari Kebangkitan,kemudian Allah menurunkan hujan maka tumbuhlah jasad2 (dari sebiji tulang pangkal ekor) dan menjadi ciptaan baru yg tdk mati,mereka Di bangkitkan dlm keadaan tdk bralas kaki dan tdk berpakaian.mereka dpt melihat para malaikat dan jin.di bangkitkan sesuai dngn amal perbuatan mereka.

4. Padang mahsyar... Allah mngumpulkn mahluk untk di hisab.mereka semua berada dlm kondisi ketakutan seprti orang mabuk,pada hari agung masanya setara dengan 50 ribu thun.seakan-akan dunia mereka hanya sesaat saja.matahari menjadi dekat 1 jengkal.

Dan manusia tenggelam dlm keringat mereka sesuai amal perbuatan mereka.pda hari itu terjadi prseteruan antra orang2 yg lemah & para pembesar mereka (ketika di dunia).orang kafir berseteru sesamanya,dngn setannya dan anak buahnya dan mereka saling melaknat.

Orang yg zalim akan mengigit k'2 tangannya. Neraka jahanam pun Di datangkan,di tarik dngn 70 ribu tali kekang,stiap tali kekang Di tarik oleh 70 ribu malaikat.jika org2 kafir melihatnya, ia berharap menjadikan dirinya sbagai tebusan/debu.

Adapun para pelaku maksiat,org yg tdk membayar zakat,hartanya Di jadikan lempengan api lalu ia disetrika dngnnya.sdang org2 sombong dn angkuh mreka Di kumpulkn bagaikn semut,para pelanggar janji,penghianat dn perampas harta org lain akn Di ungkap kejahatannya dn pncuri akn datang dngn mmbawa barang curiannya

Segala sesuatu yg trsembunyi akn Di tmpakan,adapun org2 yg brtakwa Hal itu tdk mnjadikan mreka takut,bhkan Hal itu brlalu bagaikn shalat zhuhur

Penjelasan bahwa orang yg meninggal pd hari jum'at dan org yg meninggal krn sakit perut termasuk mrk yg terhindar dr siksa kubur. Bgmn jika org tsbt penah mlakukan dosa2 besar? Apa ttep slamat dr siksa kubur jg. Blh d perjelas dg dalil yg menyangkut hal tsb.

Insya Allah,,,ia hnya trhindar dri siksa kubur,yg ku tulis pun itu dari Tafseer Qur'an Al-Usyr Al-Akhir.dan untk yg hari jum'at liat " mninggal khusnul khotimah.... Kelanjutannya

5. Syafa'at Uzhma (agung) khusua bagi Nabi Kita shallallahu alaihi wasallam untk semua umat manusia pda hari mahsyar agr Di bebaskn dari malapetaka yg hebat dn segera dihisab.adapun Syafa'at 'Ammah (umum) adlh bagi Nabi shallallahu alaihi wasallam dn selain beliau sprti mngeluarkn org2 yg briman dari neraka dan mngangkat derajat mereka.

6. Hisab (prhitungan),manusia Di hadapkn kpd Rabb mereka dngn brsaf-saf,kmudian diperlihatkn amal perbuatan mereka dn mereka dimintai prtanggung jawabannya.bgitu pula ttg umur,masa muda,harta benda,ilmu,janji,kenikmatan, pendengaran,penglihatan dan hati.


Orang kafir dn munafik akan Di hisab Di hadapan seluruh mahluk.untk mmpermalukan mereka dan menegakan hujjah atas mereka dn agr manusia,bumi,hari dn malam,harta benda,malaikat,dn seluruh anggota badan menjadi saksi atas mereka shingga trbuktilah dosa2 mereka dan mereka pun mengakuinya.

Sedangkan orang mukmin,Allah akan menghisabnya secara berduan dengannya.maka Allah akan mmberitahukn kpdnya sgala dosanya dan ia pun mengakuinya,shingga ketika ia melihat dirinya pasti akan binasa,

Allah brfirman: "Aku telah menutupi dosa2mu itu Di dunia dan Aku mngampuninya bagimu pada hari ini." umat yg prtma x Di hisab adlh umat Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam dn amalan yg prtma x Di hisab adlah shalat,sdngkn hukum yg prtma x Di putuskn adalah perkara prtumpahan darah.

7. Catatan amal perbuatan manusia pun Di bagikan,maka mereka menerima suatu kitab yg "tdk mninggalkn sesuatu kecil dn tdk (pula) sesuatu besar,melainkan ia mncatat semuanya".(Al-Khafi:49)

8. Mizan (neraca) kmudian amal semua perbuatan mahluk Di timbang untk Di brikn kpd mereka blsannya dngn timbangan yg Hakiki & teliti sekali. Di antara yg mmberatkn neraca yaitu ucapan "ala ilaaha illallah",akhlak yg baik dn dzikir.umat manusia menerima putusan sesuai dngn kebaikan & kejelekan mereka.

9. Haudh (telaga) org2 mukmin mndatangi haudh (telaga).siapa yg meminum dari'y tdk akn prnah merasa haus selamanya.setiap Nabi mmpunyai haudh,yg paling agung adlah haudh Nabi Muhammad,airnya lbih putih dari susu,lbih manis dari madu dn lbih wangi dari minyak kasturi.bejananya trbuat dari emas & perak dn jumlahnya sprti bilangan bintang,panjangnya lbih jauh dari jarak antara kota Ailah Di Yordania dn kota Aden di Yaman.

Air'y mengalir dari sungai al-Kautsar.

10. Ujian bagi Kaum Mukminin pda hari akhir Di padang Mahsyar,org2 kafir mngikuti Tuhan2 yg mereka sembah lalu mngantarkn mereka ke neraka scara brbondong-bondong sprti kawanan binatang ternak,di atas laki2 mereka/diatas wjah2 mereka tdk ad yg trsisa kecuali org2 mukmin dn org2 munafik.

Kemudian datanglah Allah kpd mereka dn brfirman:"Apakh yg kalian tunggu?" mereka mnjawab kami menunggu Rabb kami". Maka mereka mngetahui'y ketika betis-Nya Di singkap lalu mereka brsimpuh sujud kecuali org2 munafik.

Allah sbhanahu wa Ta'ala brfirman:"Pada hari betis di singkapkan dn mereka Di panggil untk brsujud maka mereka tdk kuasa." (Al-Qalam:42) lalu mereka mngikuti Rabb mereka,DIA pun mmbentangkan shirath (titian) untk mereka lewati.org2 mukmin pda saat itu Di beri cahaya oleh-Nya,sdng cahaya org2 munafik Di padamkn.

11. Shirath (Titian) berupa jmbatan yg mmbentang di atas neraka jahanam untk di lewati oleh org2 mukmin mnuju ke surga.Nabi shallallahu alaihi wasallam mnggambarkan bhwa shirath itu:"licin dn mngelincirkan,di sana trdpt kait2 sprti duri pohon Sa'dan,lbih tipis dari rambut dn lbih tajam dari pedang." (HR.Muslim)

Di tmpt inilah org2 mukmin Di beri cahaya sesuai dngn amal perbuatan mereka.yg paling tinggi dari mereka besar cahayanya sprti gunung dn yg paling rendah dari mereka cahayanya trdapat pda ujung jempol kakinya.

Cahaya itu mnyinari mereka shingga melewati shirath sesuai dngn amal perbuatan mereka.ada org mukmin yg melewati shirath itu scepat kedipan mata,ad yg scepat kilat,ad yg scepat angin,ad yg scepat burung,ada pula yg secepat kuda pilihan trbaik dn secepat unta tunggangan."ada yg selamat tnpa cacat,ad yg trgores akn ttapi selamat,dn ada pula yg trjatuh ke dlm neraka jahanam."(Muttafaqun Alaih

12. Neraka yg masuk ke dlm'y adlh org2 kafir,kmudian org2 mukmin yg brdosa,kmudian org2 munafik.dari setiap 1.000 org yg masuk neraka 999 org.Neraka mmpunyai 7 pintu.api'y lbih panas 70x dari api dunia.tubuh org kafir di dlm neraka mnjadi besar agr merasakan pedih'y siksaan.

Maka jarak antara kedua pundak'y mnjdi sejauh prjalanan 3hari,gigi graham'y besar sprti gunung uhud.kulit'y mnjadi tebal,stiap x kulit itu hangus di ganti dngn kulit yg lain supaya mereka merasakan siksaan.

Minuman mereka dri air yg sangat panas dpt mncabik-cabik usus mreka.mkanan mreka adlh pohon Zaqqum (sjenis phon yg tmbuh Di neraka),Ghislin (darah&nanah yg keluar dari daging pnghuni neraka) dn shadid (darah yg brcampur dngn nanah).

Yang paling ringan siksaannya adlh org yg ke 2 tlapak kaki'nya bralaskan bara api sehingga otaknya mndidih.dlm neraka trdapat pmbakaran kulit,pelelehan,pnghangusan,pnyeretan,belenggu dn rantai.

Neraka dasar'y sngat dlm sekali.sekiranya seorng anak yg baru lahir Di lempar ke dlm'y stelah 70 thn baru mncapai dasar trsebut.bahan bakar'y org kafir dn batu,udara'y adlh angin yg sngat panas,naungannya adlah asap yg hitam pekat,pakaiannya api yg memakan sgala sesuatu tnpa mninggalkn sisa.

Ia mnggeram,bergemertak dan mmbakar kulit hingga smpai ke tulang dn jantung

13. Qantharah (jembatan) Nabi shallallahu alaihi wasallam brsabda:"org2 mukmin selamat dari neraka namun mereka Di tahan Di atas Qantharah (jmbatan) antra surga dn neraka.mka ad di antara mereka yg Di puting kebaikan'y dn diberikan kpd org lain karena kezhaliman'y yg prnah dilakukanya ketika di dunia.

Setelah Di bersihkan dn disucikn dari semua itu merekapun Di izinkn masuk surga.Demi Allah yg jika Muhammad brada Di tangan-Nya,sungguh Di antara mereka lbih mngetahui rumah'y Di surga dari pda rumah'y ketika masih di dunia".(HR.Al-Bukhari)

14. SURGA adalah tmpat kediaman bagi org2 mukmin,bangunannya trbuat dri perak dn emas,adukan'y dari minyak kasturi kerikil'y dari mutiara dn batu prmata. Dn debu'y dari za'faran.surga mmpunyai 8 pintu stiap pintu lebar'y sejauh prjalanan 3 hari,akn ttpi pintu trsebut penuh & sesak.

Di surga memiliki 100 tingkatan jarak antara 1 tingkatan dn yg lain'y sprti jarak antra langit dn bumi.tingkatan yg paling tinggi adalah Firdaus dari firdaus inilah mngalir sungai2 surga.atap dari Firdaus ini adalah Arsy Ar-Rahman.

Sungai2 surga adalah madu,susu,khamar yg tdk memabukan,dn air yg mengalir tnpa arus,org mukmin mngalirkn'y sekehendak hati'y.buah'y tiada henti,dpt di petik dari dekat dn mudah.

Di dlm surga ad tenda berongga yg trbuat dari mutiara,lbar'y 60 mil.pda setiap sudut ad pnghuninya mereka itu mulus tubuh'nya,tdk brbulu,tdk brkumis dn mata mereka seakan-akn memakai celak.ttp trjaga kemudaan mereka dn tdk binasa pakaian mereka.

Mereka tdk buang air kecil maupun besar dn juga tdk kotor.sisir mreka trbuat dari emas dn keringat mereka bagaikn minyak kasturi,bidadari surga semuanya cantik jelita.perawan,penuh cinta kasih dn umur mereka sebaya.

Yang prtma x masuk surga adalah Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam dn para Nabi.ahli Surga yg paling rendah tingkatan'y adlah org yg brangan-angan sesuatu lalu Di beri 10 x darinya.para pelayan surga adlh anak2 muda yg ttp muda. mereka bagaikn mutiara yg brtaburan.

Adapun nikmat surga yg paling Agung adalah melihat Allah dn keridhaan-Nya,srta keabadian. Semua nikmat surga tlh di jelaskn dlm Al-Qur'an trlebih dlm (QS.Ar-Rahman) subhanallah,,,sungguh nikmat jika kita dpt mnjadi pnhuni surga..
Hmm..skr sya mau tnya "shalat apkh yg dpt mmbangunkan kita rmh Di surga.....???"

Semoga kita menjadi salah satu di antara penghuni SYURGA..Aamin ya ALLAHMohon maaf jika ada kekurangan karena kesempurnaan hanya milik ALLAH semata.
Dan bagi saudaraku yang mau menambahkan dgn senang hati di persilahkan..
Salam ukhuwah.............

Wassalamualaikum warohmatullohi wabarokatuh moga saja catatn ini ada guna dan dan manfaatnya bagi kita semua Aamiin....

Pelaksanaan Sholat Tasbih


Bismillahir Rahmanir Rahim

Assalamu Allaikum wr.wb.


Alhamdulillah Ya Allah segala Puja dan Puji hanya bagi-Mu...

Ya Robb...Engkau telah menghidupkan aku kembali dalam keadaan segar dan sehat walafiat dan betapa nikmatnya saat kuberjumpa dengan-Mu, disetiap rakaat serta sujud, rukukku.

Ya Allah berikanlah pula karunia kenikmatan ini kepada saudara dan juga sahabat-sahabatku dan masukkanlah kami kedalam Jannah-Mu yang penuh dengan berkahan-Mu. Aamiin...Ya Robbal Allamiin...”


Saudaraku aku menyarankan apa bila Anda mau melaksanakan shalat Tasbih alangkah baiknya bila dilakukan dimalam hari karena pada saat ini suasana sangat mendukung dan Insya Allah kita akan lebih khusyu mengerjakannya, adapun bagi Anda yang belum tahu tatacaranya baiklah aku bawakan dibawah ini...”


Saudaraku...

Sholat Tasbih adalah sholat sunnah yang di dalamnya ada bacaan kalimat tasbih (“Subhanalloh wal hamdulillahi walaailaaha illallohu wallohu akbar”) dan hal ini dibaca selama kita melakukan shalat Tasbih adapun jumlahnya sebanyak 300 kali dalam (4 roka'at masing-masing 75 kali tasbih), dalam setiap rakaatnya,

Sholat ini diajarkan Rosululloh SAW kepada pamannya yakni sayyidina Abbas bin Abdul Muthollib. Banyak Hikmah yang didapat dari sholat ini, setidak-tidaknya kita terjaga dari perbuatan-perbuatan yang keji lagi mungkar.


Yang jelas segalanya akan kita dapat/rasakan setelah kita mengerjakannya.-


Niat sholat ini, sebagaimana juga sholat-sholat yang lain, hanya mengharapkan Ridho Alloh Ta'ala semata dengan hati yang ikhlas dan khusyu.


Sholat tasbih dilakukan 4 roka'at (jika dikerjakan siang maka 4 roka'at dengan sekali salam, dan jika dikerjakan malam 4 roka'at dengan dua salam), sebagaimana sholat biasa dengan tambahan bacaan tasbih pada saat-saat berikut:


1. Setelah pembacaan surat al-fatihah dan surat pendek dilanjutkan menbaca tasbeh. 15 kali.


2. Setelah tasbih ruku' (Subhana rabiyyal adzim…) dilanjutkan menbaca tasbeh. 10 Kali.


3. Setelah I’tidal. 10 Kali.

4. Setelah tasbih sujud pertama (Subhana rabiyyal a’la…).dilanjutkan menbaca tasbeh 10 Kali.

5. Setelah duduk di antara dua sujud ).dilanjutkan menbaca tasbeh 10 Kali.


6. Setelah tasbih sujud kedua (Subhana rabiyyal a’la…).dilanjutkan menbaca tasbeh 10 Kali.


7. Setelah duduk istirahat sebelum berdiri (atau sebelum salam tergantung pada roka'at keberapa) Membaca tasbih 10 Kali. Jumlah satu roka'at 75 kali, Jumlah total empat roka'at, 4 X 75 = 300 kali.


Sholat tashbih adalah mustahabbah (sunnah).

Pendapat ini dikemukakan oleh para Ulama penganut Mazhab Syafi’i. Hadits Rasululloh SAW kepada pamannya Abbas bin Abdul Muthollib yang berbunyi:

“Wahai Abbas pamanku, Aku ingin memberikan padamu, aku benar-benar mencintaimu, aku ingin engkau melakukannya, jika engkau melakukannya Alloh akan mengampuni dosamu, baik yang pertama dan terakhir, yang terdahulu dan yang baru, yang tidak sengaja maupun yang disengaja, yang kecil maupun yang besar, yang tersembunyi maupun yang terang-terangan.


Engkau melaksanakan sholat empat roka'at; engkau baca dalam setiap roka'at Al-Fatihah dan surat, apabila engkau selesai membacanya di roka'at pertama dan engkau masih berdiri, maka ucapkanlah: Subhanalloh Walhamdulillah Walaa Ilaaha Ilalloh Wallohu Akbar 15 kali,


Kemudian ruku'lah dan bacalah do'a tersebut 10 kali ketika sedang ruku,

kemudian sujudlah dan bacalah do'a tersebut 10 kali ketika sujud,
kemudian bangkitlah dari sujud dan bacalah 10 kali
kemudian sujudlah dan bacalah 10 kali
kemudian bangkitlah dari sujud dan bacalah 10 kali.maka jumlahnya Itu 75 kali dalam setiap roka'at, dan lakukanlah hal tersebut pada empat roka'at.

Jika engkau sanggup untuk melakukannya satu kali dalam setiap hari maka lakukanlah, jika tidak, maka lakukanlah satu kali seminggu, jika tidak maka lakukanlah sebulan sekali, jika tidak maka lakukanlah sekali dalam setahun dan jika tidak maka lakukanlah sekali dalam seumur hidupmu” (HR Abu Daud 2/67-68)


Bumi gonjang ganjing Langit kelap kelip.. . Bumi lan Langit bakal nyawiji... Sedho lan Kiamat iku ono lan bakal tumeko... Samubarang sing ono ning alam dunyo bakal musno, ora luput kito menungso ora ono sing bakal iso endo, kito sedoyo bakal sedho. Milo smonggo, kito ngatah-ngatahake amal ibadah kito, mugi kanthi Ridho Gusti Alloh ingkang Moho Kuoso kito saged Istiqomah lan sedho kanthi Husnul Khotimah, amiin.

Derajat hadits Sholat Tasbih

Ada beberapa hadits yang menjelaskan tentang shalat tasbih:


Hadits Pertama


Hadits Ibnu ‘Abbâs,


عَنْ
ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لِلْعَبَّاسِ بْنِ عَبْدِ الْمُطَّلِبِ يَا عَبَّاسُ يَا عَمَّاهْ أَلاَ أُعْطِيْكَ أَلاَ أُمْنِحُكَ أَلاَ أُحِبُّوْكَ أَلاَ أَفْعَلُ بِكَ عَشْرَ خِصَالٍ إِذَا أَنْتَ فَعَلْتَ ذَلِكَ غَفَرَ اللهُ لَكَ ذَنْبَكَ أَوَّلَهُ وَآخِرَهُ قَدِيْمَهُ وَحَدِيْثَهُ خَطْأَهُ وَعَمْدَهُ صَغِيْرَهُ وَكَبِيْرَهُ سِرَّهُ وَعَلاَنِيَّتَهُ عَشَرَ خِصَالٍ أَنْ تُصَلِّيَ أَرْبَعَ رَكْعَاتٍ تَقْرَأُ فِيْ كُلِّ رَكْعَةٍ فَاتِحَةَ الْكِتَابِ وِسُوْرَةً فَإِذَا فَرَغْتَ مِنْ الْقُرْاءَةِ فِيْ أَوَّلِ رَكْعَةٍ وَأَنْتَ قَائِمٌ قُلْتَ سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ خَمْسَ عَشَرَةَ مَرَّةً ثُمَّ تَرْكَعُ فَتَقُوْلُهَا وَأَنْتَ رَاكِعٌ عَشَرًا ثُمَّ تَرْفَعُ رَأْسَكَ مِنَ الرُّكُوْعِ فَتَقُوْلُهَا عَشْرًا ثُمَّ تّهْوِيْ سَاجِدًا فَتَقُوْلُهَا وَأَنْتَ سَاجِدٌ عَشْرًا ثُمَّ تَرْفَعُ رَأْسَكَ مِنَ السُّجُوْدِ فَتَقُوْلُهَا عَشْرًا ثُمَّ تَسْجُدُ فَتَقُوْلُهَا عَشْرًا ثُمَّ تَرْفَعُ رَأْسَكَ فَتَقُوْلُهَا عَشْرًا فَذَلِكَ خَمْسٌ وَسَبْعُوْنَ فِيْ كُلِّ رَكْعَةٍ تَفْعَلُ ذَلِكَ فِيْ أَرْبَعِ رَكْعَاتٍ إِنِ اسْتَطَعْتَ أَنْ تُصَلِّيَهَا فِيْ كُلِّ يَوْمٍ مَرَّةً فَافْعَلْ فَإِنْ لَمْ تَفْعَلْ فَفِيْ كُلِّ جُمْعَةٍ مَرَّةً فَإِنْ لََمْ تَفْعَلْ فَفِيْ كُلِّ شَهْرٍ مَرَّةً فَإِنْ لَمْ تَفْعَلُ فَفِيْ كُلِّ سَنَةِ مَرَّةً فَإِنْ لَمْ تَفْعَلْ فَفِيْ عُمْرِكَ مَرَّةً

“Dari Ibnu ‘Abbâs, bahwasanya Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada ‘Abbâs bin ‘Abdul Muththalib, ‘Wahai ‘Abbas, wahai pamanku, maukah saya berikan padamu? maukah saya anugerahkan padamu? maukah saya berikan padamu? saya akan tunjukkan suatu perbuatan yang mengandung 10 keutamaan, yang jika kamu melakukannya maka diampuni dosamu, yaitu dari awalnya hingga akhirnya, yang lama maupun yang baru, yang tidak disengaja maupun yang disengaja, yang kecil maupun yang besar, yang tersembunyi maupun yang nampak.

Semuanya 10 macam. Kamu shalat 4 rakaat. Setiap rakaat kamu membaca Al-Fatihah dan satu surah. 
Jika telah selesai, maka bacalah Subhanallâhi wal hamdulillâhi wa lâ ilâha illallâh wallahu akbar sebelum ruku’ sebanyak 15 kali, kemudian kamu ruku’ lalu bacalah kalimat itu di dalamnya sebanyak 10 kali, kemudian bangun dari ruku’ baca lagi sebanyak 10 kali, kemudian sujud baca lagi sebanyak 10 kali, kemudian bangun dari sujud baca lagi sebanyak 10 kali, kemudian sujud lagi dan baca lagi sebanyak 10 kali, kemudian bangun dari sujud sebelum berdiri baca lagi sebanyak 10 kali, maka semuanya sebanyak 75 kali setiap rakaat. 

Lakukan yang demikian itu dalam empat rakaat. Lakukanlah setiap hari, kalau tidak mampu lakukan setiap pekan, kalau tidak mampu setiap bulan, kalau tidak mampu setiap tahun dan jika tidak mampu maka lakukanlah sekali dalam seumur hidupmu.’.”

Hadits ini mempunyai empat jalan:


Pertama , dari jalan Al-Hakam bin Abân, dari ‘Ikrimah, dari Ibnu ‘Abbâs, bahwasanya Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada Al-‘Abbâs bin ‘Abdil Muththalib …, kemudian dia menyebutkan haditsnya.


Dikeluarkan oleh Abu Dâud 2/29 no. 1297, Ibnu Mâjah 2/158-159 no. 1387, Ibnu Khuzaimah dalam kitab Shahîh -nya 2/223-224 no. 1216, Al-Hâkim 1/627-628 no. 1233-1234, Al-Baihaqy 3/51-52, Ath-Thabarâny 11/194-195 no. 11622, Ad-Dâraquthny sebagaimana dalam Al-Alâ`i Al-Mashnû’ah 2/37, Ibnu Al-Jauzy dalam Al-Maudhuât 2/143-144, Al-Hasan bin ‘Ali Al-Ma’mari dalam kitab Al-Yaum Wal Laila , Al-Khalily dalam Al-Irsyâd 1/325 no. 58, dan Ibnu Syâhîn dalam At-Targhib Wa At-Tarhib sebagaimana dalam kitab Al-Alâ`i Al-Mashnû’ah 2/39.


Seluruhnya dari jalan ‘Abdurrahman bin Bisyr bin Al-Hakam Al-‘Abdi, dari Abi Syu’aib Musa bin ‘Abdul ‘Aziz Al-Qinbâry, dari Al-Hakam bin Abân …, dan seterusnya.


Berkata Az-Zarkasyi dalam Al-Alâ`i Al-Mashnû’ah 2/44, “Telah meriwayatkan dari Musa bin ‘Abdil ‘Aziz, Bisyr bin Al-Hakam serta anaknya, Abdurrahman, Ishâq bin Abi Isrâil, Zaid bin Mubârak Ash-Shan’âny dan selain mereka.” (dinukil dengan sedikit perubahan).


Saya berkata, “Riwayat Ishâq bin Abi Isrâil dikeluarkan oleh Al-Hâkim 1/628 no. 1234 dan Ibnu Syâhîn dalam At-Targhib Wa At-Tarhib sebagaimana dalam Al-Alâ`i Al-Mashnû’ah 2/39.”


Komentar Para Ulama Tentang Musa Bin ‘Abdil ‘Aziz


Berkata Ibnu Ma’in tentangnya, “Lâ Arâ bihi ba’san (dalam pandangan saya dia tidak apa-apa).” Berkata An-Nasâ`i, “Lâ ba’sa bihi (tidak mengapa dengannya).” Ibnu Hibbân menyebutkan dalam Ats-Tsiqât dan dia berkata, “Rubbamâ akhtha’ (kadang-kadang bersalah).” Berkata Ibnu Al-Madiny, “Dha’if (lemah).” Berkata As-Sulaimâny, “Mungkarul hadits (mungkar haditsnya).” Lihat At-Tahdzib Wat Tahdzib .


Imam Muslim bin Al-Hajjâj berkata, “Saya tidak melihat sanad hadits yang lebih baik dari hadits ini.” Diriwayatkan oleh Al-Khalily dalam Al-Irsyâd 1/327, Al Baihaqy, dan selain keduanya.


Yang nampak dari komentar para ulama di atas bahwasanya hadits beliau itu tidaklah turun dari derajat hasan. Karena itulah, kedudukan hadits ini adalah hasan. Wallâhu A’lam.
, Catatan Penting

Terdapat riwayat dari jalan Muhammad bin Râfi’, dari Ibrâhim bin Al-Hakam bin Abân, bahwa dia berkata, “Menceritakan kepada saya ayahku, dari ‘Ikrimah, bahwasanya Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa salla
m bersabda …,” kemudian dia menyebutkan haditsnya secara mursal (seorang tabiin meriwayatkan langsung dari Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam tetapi ia tidak mendengar dari beliau).

Riwayat ini dikeluarkan oleh Ibnu Khuzaimah dalam Shahîh -nya 2/224, Al-Hâkim 1/628, Al-Baihaqy 3/53 dan dalam Syu’abul Îmân 125 no. 3080, serta Al-Baghawy dalam Syarh As-Sunnah 4/156-157 no. 1018.


Saya berkata, “Riwayat ini tidaklah membahayakan riwayat Musa bin ‘Abdil ‘Aziz karena komentar para ulama terhadap Ibrahim bin Hakam sangat keras, dan yang nampak bagi yang memperhatikan komentar para ulama tersebut bahwasanya dia adalah dha’if, tidak dipakai sebagai pendukung. Terlebih lagi telah terdapat riwayat-riwayat yang mungkar dalam riwayat bapaknya dari jalannya (Ibrâhim bin Al-Hakam).”


Berangkat dari sini kita bisa menarik kesimpulan, bahwa penyelisihan yang dilakukan oleh Ibrâhim bin Al-Hakam yang meriwayatkan secara mursal kemudian menyelisihi riwayat Musa bin ‘Abdil ‘Aziz yang meriwayatkan secara maushul (bersambung) tidaklah berpengaruh. Bersamaan dengan itu, Ibrâhim bin Al-Hakam telah guncang dalam riwayatnya, karena kadang-kadang dia meriwayatkan secara mursal, sebagaimana dalam riwayat Muhammad bin Râfi’ ini, dan kadang-kadang dia meriwayatkannya secara maushul, sebagaimana dalam riwayat Ishâq bin Râhaway yang dikeluarkan oleh Hâkim 1/628 no. 1235 dan Baihaqy dalam Syu’abul Îmân 125-126 no. 3080.


Dari sini diketahui pula bahwasanya tidak perlu bagi Imam Al-Baihaqy, dalam Syu’abul Îmân 3/126, untuk berkata, “Yang benar adalah riwayat secara mursal,” karena perselisihan riwayat yang berasal dari Ibrâhim bin Al-Hakam ini menunjukkan keguncangan dalam riwayatnya, sehingga semakin jelas menunjukkan lemahnya orang ini. Demikian kaidah para ulama menanggapi rawi yang seperti ini, sebagaimana yang tersebut dalam Syarh ‘Ilal At-Tirmidzy oleh Ibnu Rajab dan yang lainnya. Wallâhu A’lam.


Kedua , dari jalan ‘Abdul Quddûs bin Habîb, dari Mujâhid, dari Ibnu ‘Abbas, bahwasanya Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam bersabda kepadanya …, kemudian dia menyebutkan haditsnya.


Dikeluarkan oleh Ath-Thabarâny dalam Al-Ausath 3/14-15 no. 2318 dan Abu Nuaim dalam Al-Hilyah 1/25-26.


Berkata Al-Hâfidz Ibnu Hajar, “Abdul Quddûs sangat lemah dan dinyatakan berdusta oleh sebagian imam.” Baca Al-Futûhât Ar-Rabbâniyah 4/311 dan Al-Alâ`i Al-Mashnû’ah 2/40. Lihat pula Mizânul I’tidâl .


Ketiga , dari jalan Nâfi’ bin Hurmuz Abu Hurmuz, dari Atha’, dari Ibnu ‘Abbâs. Dikeluarkan oleh Ath-Thabarâny 11/130 no. 11365.


Berkata Al-Hâfidz sebagaimana dalam Al-Alâ`i Al-Mashnû’ah 1/39-40, “Rawi-rawinya terpercaya kecuali Abu Hurmuz. Dia matrûkul hadits (ditinggalkan haditsnya).” Lihat Mizânul I’tidâl .


Keempat , dari jalan Yahya bin ‘Uqbah bin Abi Al-‘Aizâr, dari Muhammad bin Jahâdah, dari Abi Al-Jauzâ`i, dari Ibnu ‘Abbâs.


Dikeluarkan oleh Ath-Thabarâny dalam Al-Ausath 3/187 no. 2879.


Berkata Al-Hâfidz, “Semua rawinya terpercaya kecuali Yahya bin ‘Uqbah. Dia matrûk (haditsnya ditinggalkan).”


Saya berkata, “Bahkan Ibnu Ma’in berkata (tentang Yahya bin ‘Uqbah), ‘Kadzdzâbun Khabîts (pendusta yang sangat hina).’.” Lihat Mizânul I’tidâl .


Hadits Kedua


Hadits Abu Râfi’, maula Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam.


Dikeluarkan oleh Ibnu Mâjah 2/157-159 no. 1386, Tirmidzy 2/350-351 no. 482, Abu Bakar bin Abi Syaibah sebagaimana dalam Ajwibah Al-Hâfidz Ibnu Hajar ‘Alâ Ahâdits Al Mashâbîh 3/1781 dari Misykatul Mashâbih , Ad-Dâraquthny dalam Al-Alâ`i Al-Mashnû’ah 2/38, Ibnul Jauzy dalam Al-Maudhu’ât 2/144, dan Abu Nu’aim dalam Qurbân Al-Muttaqîn sebagaimana dalam Al-Alâ`i Al-Mashnû’ah 2/41.


Seluruhnya dari jalan Zaid bin Al-Hibbân Al-‘Uqly, dari Musa bin ‘Abîdah, dari Sa’id bin Abi Sa’id maula Abu Bakr bin ‘Amr bin Hazm, dari Abu Râfi’, bahwa dia berkata, “Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada Al-‘Abbâs …,” kemudian dia menyebutkan haditsnya.


Saya berkata, “Dalam sanadnya ada dua cacat:


* Musa bin ‘Abîdah yaitu Ar-Rabâdzy Al-Madany. Yang nampak bagi saya, setelah membaca komentar para ulama tentangnya, bahwa ia adalah rawi yang dha’if yang bisa dipakai sebagai pendukung apalagi dalam hadits-hadits Ar-Riqâq.


* Sa’id bin Abi Sa’id majhûlul hâl (tidak diketahui keadaannya).”


Maka hadits ini adalah syahid (pendukung) yang sangat kuat.
Hadits Ketiga

Hadits Al Anshâry.


Dikeluarkan oleh Abu Dâud 2/48 no. 1299 dan Al Baihaqy 2/52 dari Abu Taubah Ar-Rabî’ bin Nâfi’, dari Muhammad bin Muhâjir, dari Urwah bin Ruwaim, bahwa dia berkata, “Menceritakan kepada
saya Al-Anshâry, bahwasanya Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada Ja’far …,” kemudian dia menyebutkan hadits tersebut.

Saya berkata, “ Para ulama berbeda pendapat tentang siapa Al-Anshâry ini, tetapi menurut penilaian saya, tidak ada dalil yang benar yang menjelaskan siapa Al-Anshâry ini. Mungkin ia seorang shahabat dan mungkin juga bukan.” Wallâhu A’lam.


Hadits Keempat


Hadits Al-‘Abbâs bin ‘Abdul Muththalib.


Dikeluarkan oleh Ibnu Al-Jauzy dalam Al-Maudhu’at 2/143, dan Abu Nua’im, Ibnu Syahin dan Dâraquthny dalam Al-Afrâd sebagaimana dalam Al-Alâ`i Al-Mashnû’ah 2/40.


Seluruhnya dari jalan Musa bin A’yan, dari Abu Raja’, dari Shadaqah, dari ‘Urwah bin Ruwaim, dari Ibnu Ad-Dailamy, dari Al-‘Abbâs, bahwa dia berkata, “Bersabda Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam …,” kemudian dia menyebutkan haditsnya.


Berkata Al-Hâfidz tentang Shadaqah, “Dia adalah Ibnu ‘Abdillah yang dikenal dengan panggilan As-Samin. Dia lemah dari sisi hafalannya, akan tetapi dikatakan tsiqah (terpercaya) oleh banyak ulama, maka haditsnya bisa digunakan sebagai pendukung.”


Maka dari sini diketahui salahnya sangkaan Ibnul Jauzy yang mengatakan bahwa dia adalah Al-Khurâsâny.


Adapun Abu Raja’, dia adalah ‘Abdullah bin Muhriz Al-Jazary, dan kami tidak menemukan biografinya. Wallâhu A’lam.


Kemudian Ibnu Ad-Dailamy, dia adalah ‘Abdullah bin Fairuz, tsiqah (terpercaya), termasuk dari tabiin besar, bahkan sebagian ulama menggolongkannya sebagai shahabat.


Hadits ini mempunyai jalan lain, yaitu hadits yang dikeluarkan oleh Ibrâhim bin Ahmad Al-Hirqy dalam Fawâ’id -nya. Akan tetapi, dalam sanad jalan tersebut ada Hammâd bin ‘Amr An-Nashîby yang para ulama menganggap dia sebagai kadzdzâb (pendusta). Lihat Al-Alâ`i Al-Mashnû’ah 2/40.


Hadits Kelima


Hadits ‘Abdullah bin ‘Amr bin ‘Âsh.


Dikeluarkan oleh Abu Dâud 2/48 no. 1298 dan Al-Baihaqy 3/52, dari jalan Mahdy bin Maimûn, dari ‘Amr bin Malik, dari Abu Al-Jauzâ`i, bahwa dia berkata, “Seorang laki-laki yang dia adalah shahabat, menurut mereka dia adalah ‘Abdullah bin ‘Amr, dia berkata, ‘Bersabda Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam …,’,” kemudian dia menyebutkan haditsnya.


Berkata Abu Dâud, “Hadits ini diriwayatkan oleh Al-Mustamir bin Rayyân dari Abu Al-Jauzâ`i, dari ‘Abdullah bin ‘Amr secara mauqûf (dari perkataan shahabat). Diriwayatkan pula oleh Rauh bin Al-Musayyab dan Ja’far bin Sulaimân dari ‘Amr bin Malik An-Nukri, dari Abu Al-Jauzâ`i, dari perkataannya. Dikatakan dalam hadits Rauh, bahwa ia berkata, “Hadits Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam (yakni secara marfû’-pen-).” Hal serupa dinyatakan pula oleh Imam Al-Baihaqy.


Berkata Ibnu Hajar, “Akan tetapi perselisihan terletak pada Abu Al-Jauzâ`i. Ada yang mengatakan hadits ini darinya dari Ibnu ‘Abbâs, ada yang mengatakan darinya dari ‘Abdullah bin ‘Amr, dan adapula yang mengatakan dari dia dari Ibnu ‘Umar. Bersamaan dengan itu, ada perselisihan (dalam riwayatnya), apakah hadits ini marfû’ (sampai kepada Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam) atau mauqûf (sampai kepada shahabat). Dalam riwayat secara marfû’ juga ada perselisihan tentang kepada siapa hadits ini dikatakan, apakah kepada Al-‘Abbâs, Ja’far, ‘Abdullah bin ‘Amr, atau Ibnu ‘Abbâs. Ini adalah idhthirâb (kegoncangan) yang sangat keras, dan Ad-Dâraquthny banyak mengeluarkan jalan-jalan hadits ini dengan uraian perselisihannya.”


Lihat Al-Futûhât Ar-Rabbâniyyah 4/314-315 dan Al-Alâ`i Al-Mashnû’ah 2/41.


Terdapat pula jalan lain yang dikeluarkan oleh Dâraquthny dari ‘Abdullah bin Sulaimân bin Al-Asy’ats, dari Mahmûd bin Khâlid, dari seorang tsiqah (terpercaya) dari ‘Umar bin ‘Abdul Wâhid, dari Tsaubân, dari ‘Amr bin Syu’aib, dari bapaknya, dari kakeknya secara marfû’.


Saya berkata, “Mahmûd bin Khâlid tsiqah (terpercaya) demikian pula ‘Amr bin ’Abdul Wâhid, akan tetapi dalam sanadnya ada rawi mubham (tidak disebut namanya). Adapun Tsaubân, saya tidak mengetahui siapa dia.” Wallâhu A’lam.


Dikeluarkan pula oleh Ibnu Syâhin dari jalan yang lain, dari ‘Amr bin Syu’aib, dari ayahnya, dari kakeknya, bahwasanya Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada Al-‘Abbâs …, kemudian dia menyebutkan seperti hadits Ibnu ‘Abbâs. Akan tetapi hadits ini lemah. Lihat Al-Alâ`i Al-Mashnû’ah 2/41 dan Al-Futûhât Ar-Rabbâniyyah 4/314-315.
, Hadits Keenam

Hadits Ja’far bin Abi Thâlib.


Hadits ini mempunyai dua jalan:


Pertama , dari jalan Dâud bin Qais, dari Ismâ’il bin Râfi’, dari Ja’far, bahwa ia berkata, “Sesungguhnya Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam bersabda kepadanya, ‘Inginkah engkau saya berikan …’,” kemudian dia menyebutkan haditsnya. Dikeluarkan oleh Abdurrazzaq dalam Mushannaf -nya 3/123 no.5004.


Dikeluarkan pula oleh Sa’id bin Manshûr dalam As-Sunan dan Al-Khatib dalam Kitab Shalat At-Tasbih , Sebagaimana dalam Al-Alâ`i Al-Mashnû’ah 2/242 dari jalan yang lain, dari Abi Ma’syar Najîh bin Abdirrahman, dari Abu Râfi’ Ismail bin Râfi’, bahwa dia berkata, “Telah sampai kepada saya bahwa Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada Ja’far bin Abi Thâlib ….”


Saya berkata, “Ismâil bin Râfi’ dha’if (lemah haditsnya) bisa digunakan sebagai penguat. Akan tetapi hadits ini mursal sebagaimana yang kamu lihat.”


Kedua , dari jalan ‘Abdul Malik bin Hârun bin ‘Antarah, dari bapaknya, dari kakeknya, dari ‘Ali bin Ja’far, bahwa dia berkata, “Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam bersabda kepadaku …,” kemudian dia menyebutkan haditsnya. Dikeluarkan oleh Ad-Dâraquthny sebagaimana dalam Al-Alâ`i Al-Mashnû’ah 2/41-42.


Saya berkata, “Abdul Malik ini matrûk (ditinggalkan haditsnya), bahkan dianggap pendusta oleh sebagian ulama dan dituduh memalsukan hadits.” Baca Mizânul I’tidâl .


Hadits Ketujuh


Hadits Al Fadhl bin ‘Abbâs.


Dikeluarkan Abu Nu’aim dalam Qurbân Al-Muttaqîn dari riwayat Musa bin Ismâ’il, dari ‘Abdil Hamîd bin Abdurrahman Ath-Thâ`iy, dari bapaknya, dari Abu Râfi’, dari Al-Fadhl bin ‘Abbâs, bahwasanya Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam bersabda …, kemudian dia menyebutkan haditsnya.


Berkata Al-Hâfidz Ibnu Hajar, “Dan dalam sanadnya ada Abdul Hamid bin Abdirrahman Ath-Thâ`iy. Saya tidak mengenal dia dan saya tidak mengenal bapaknya, dan saya menduga bahwa Abu Râfi’ adalah guru Ath Thâ`iy, bukan Abu Râfi’ Ismâ’il bin Râfi’, salah seorang di antara orang yang lemah haditsnya”. Dari Al-Futûhât Ar-Rabbâniyyah 4/310.


Hadits Kedelapan


Hadits ‘Ali bin Abi Thâlib.


Dikeluarkan oleh Ad-Dâraquthny dari jalan ‘Umar, maula ‘Afarah, bahwa dia berkata, “Bersabda Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam kepada ‘Ali bin Abi Thâlib, ‘Wahai ‘Ali, saya akan memberimu hadiah …’,” kemudian dia menyebutkan haditsnya.


Berkata Al-Hâfidz Ibnu Hajar, “Dalam sanadnya terdapat kelemahan dan keterputusan.”


Saya berkata, “Sepertinya yang diinginkan oleh Al-Hâfidz Ibnu Hajar dengan kelemahan yaitu kelemahan pada ‘Umar, maula ‘Afarah, dan dia adalah ‘Umar bin ‘Abdillah Al-Madany, seorang yang dha’if (lemah haditsnya) , dan yang diinginkan dengan keterputusan adalah bahwa ‘Umar tidak pernah mendengar dari seorang shahabat pun.”


Hadits ini juga memiliki jalan yang lain yang dikeluarkan oleh Al-Wâhidy dalam Kitab Ad-Da’wât dari jalan Ibnu Al-Asy’ats, dari Musa bin Ja’far bin Ismâ ’il bin Mûsa bin Ja’far Ash Shâdiq, dari ayah-ayahnya secara berurut hingga sampai kepada ‘Ali.


Berkata Al Hâfidz Ibnu Hajar, “Sanad ini disebutkan oleh Abu ‘Ali dalam satu kitab yang dia susun dengan bab-bab yang semuanya dengan sanad ini, dan para ulama telah mengkritiknya (pengarangnya) dan mengkritik kitabnya.” Lihat Al-Alâ`i Al-Mashnû’ah 2/41.


Hadits Kesembilan


Hadits ‘Abdullah bin ‘Umar bin Al-Khaththâb.


Dikeluarkan oleh Al-Hâkim 1/629 no.1236, dan dia berkata, “Ini adalah sanad yang shahih. Tidak ada kotoran di atasnya.”


Hukum Al-Hâkim ini dikritik oleh Adz-Dzahaby dalam Talkhish -nya bahwa dalam sanadnya ada Ahmad bin Dâud bin ‘Abdul Ghaffâr Al-Harrâny, bahwa dia dinyatakan pendusta oleh Ad-Dâraquthny. Lihat Al-Alâ`i Al-Mashnû’ah dan Mîzânul I’tidâl .


Al-Hâfidz Ibnu Hajar berkata dalam Ajwibah -nya, “Dan dikeluarkan oleh Muhammad bin Fudhail dalam kitab Ad-Du’â` dari jalan yang lain, dari Ibnu ‘Umar secara mauqûf.” Lihat Misykâtul Mashâbîh 3/1781.


Saya berkata, “Saya tidak melihat riwayat tersebut dalam kitab Ad-Du’â` , akan tetapi riwayat tersebut dikeluarkan oleh Ad-Dâraquthny dari jalan Muhammad bin Fudhail, dari Abân bin Abi ‘Ayyâsy, dari Abu Al-Jauzâ`i, dari ‘Abdullah bin ‘Umar. Abân bin Abi ‘Ayyâsy matrûkul hadits (ditinggalkan haditsnya) dan dia juga telah mudhtharib (goncang) dalam riwayatnya karena Ad-Dâraquthny juga meriwayatkan dari jalan Sufyân, dari Abân, dan dia berkata, “Dari ‘Abdullah bin ‘Amr.” Lihat Al-Futûhât Ar-Rabbâniyyah 4/306.


Hadits Kesepuluh


Hadits ‘Abdullah bin Ja’far.


Dikeluarkan oleh Ad-Dâraquthny sebagaimana dalam Al-Alâ`i Al-Mashnû’ah 2/42 dari dua jalan, dari ‘Abdullah bin Ziyâd bin Sam’ân, dan dia berkata pada salah satu jalannya dari Mu’âwiyah dan Ismâ’il bin ‘Abdullah bin Ja’far. Dia berkata pula pada jalan lain dari ‘Aun pengganti Ismâ’il (yang terdapat di jalan pertama), dari ayah mereka berdua (Mu’âwiyah dan Ismâ’il atau Mu’âwiyah dan ‘Aun), bahwa dia berkata, “Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam bersabda kepadaku, ‘Maukah engkau saya berikan …’,” kemudian dia menyebutkan haditsnya.


Berkata Al-Hâfidz Ibnu Hajar “Ibnu Sam’ân adalah dha’if (lemah).”


Dia berkata dalam Taqrib At-Tahdzib , “Matrûk (ditinggalkan haditsnya) dan muttaham bilkadzib (tertuduh berdusta).”


Kegoncangan dalam sanad juga menambah lemah hadits ini. Wallâhu A’lam.


Hadits Kesebelas


Hadits Ummu Salamah Al-Anshâriyyah.


Dikeluarkan oleh Abu Nu’aim dalam Qurbân Al-Muttaqîn dari Sa’îd bin Jubair, dari Ummu Salamah, bahwasanya Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada Al-‘Abbâs, “Wahai pamanku …,” Kemudian dia menyebutkan haditsnya.


Berkata Al-Hâfidz Ibnu Hajar, “Hadits ini gharib (aneh), dan ‘Amr bin Jumaî’, salah seorang rawi hadits ini, adalah lemah, dan mendengarnya Sa’îd bin Jubair dari Ummu Salamah masih perlu dilihat (yaitu tidak mendengar).” Wallâhu A’lam.


Saya berkata, “Amr bin Jumaî’ disebutkan dalam Mizânul I’tidâl , dan dia matrûk (ditinggalkan haditsnya), bahkan dinyatakan berdusta oleh Ibnu Ma’în dan dicurigai memalsukan hadits.”
Para Ulama yang Menshahihkan Hadits Shalat Tasbih

1. Abu Dâud As-Sijistâny. Beliau berkata, “Tidak ada, dalam masalah shalat Tasbih, hadits yang lebih shahih dari hadits ini.”

2. Ad-Dâraquthny. Beliau berkata, “Hadits yang paling shahih dalam masalah keutamaan Al-Qur`ân adalah (hadits tentang keutamaan) Qul Huwa Allâhu Ahad, dan yang paling shahih dalam masalah keutamaan shalat adalah hadits tentang shalat Tasbih.”
3. Al-Âjurry.

4. Ibnu Mandah.

5. Al-Baihaqy.

6. Ibnu As-Sakan.

7. Abu Sa’ad As-Sam’âny.

8. Abu Musa Al-Madiny.

9. Abu Al-Hasan bin Al-Mufadhdhal Al-Maqdasy.

10. Abu Muhammad ‘Abdurrahim Al-Mishry.

11. Al-Mundziry dalam At-Targhib Wa At-Tarhib dan Mukhtashar Sunan Abu Dâud .

12. Ibnush Shalâh. Beliau berkata, “Shalat Tasbih adalah sunnah, bukan bid’ah. Hadits-haditsnya dipakai beramal dengannya.”

13. An-Nawawy dalam At-Tahdzîb Al - Asma` Wa Al-Lughât .

14. Abu Manshur Ad Dailamy dalam Musnad Al-Firdaus .

15. Shalâhuddin Al-‘Alâi. Beliau berkata, “Hadits shalat Tasbih shahih atau hasan, dan harus (tidak boleh dha’if).”

16. Sirajuddîn Al-Bilqîny. Beliau berkata, “Hadits shalat tasbih shahih dan ia mempunyai jalan-jalan yang sebagian darinya menguatkan sebagian yang lainnya, maka ia adalah sunnah dan sepantasnya diamalkan.”

17. Az-Zarkasyi. Beliau berkata, “Hadits shalat Tasbih adalah shahih dan bukan dha’if apalagi maudhu’ (palsu).”

18. As-Subki.

19. Az-Zubaidy dalam Ithâf As-Sâdah Al-Muttaqîn 3/473.

20. Ibnu Nâshiruddin Ad-Dimasqy.

21. Al-Hâfidz Ibnu Hajar dalam Al-Khishâl Al-Mukaffirah Lidzdzunûb Al-Mutaqaddimah Wal Muta`Akhkhirah , Natâijul Afkâr Fî Amâlil Adzkâr dan Al-Ajwibah ‘Alâ Ahâdits Al-Mashâbîh .

22. As-Suyûthy.

23. Al-Laknawy.

24. As-Sindy.

25. Al-Mubârakfûry dalam Tuhfah Al-Ahwadzy .

26. Al-‘Allamah Al-Muhaddits Ahmad Syâkir rahimahullâh.

27. Al-‘Allamah Al-Muhaddits Nâshiruddîn Al-Albâny rahimahullâh dalam Shahîh Abi Dâud (hadits 1173-1174), Shahîh At-Tirmidzy , Shahîh At-Targhib (1/684-686) dan Tahqîq Al-Misykah (1/1328-1329).

28. Al-‘Allamah Al-Muhaddits Muqbil bin Hâdy Al-Wâdi’iy rahimahullâh dalam Ash-Shahîh Al-Musnad Mimmâ Laisa Fî Ash-Shahihain .


Lihat Al-Alâ`i Al-Mashnû’ah 2/42-45, Al-Futûhât Ar-Rabbâniyyah 4/318-322, Al-Adzkâr karya Imam An-Nawawy dengan tahqiq Salim Al-Hilaly 1/481-482, dan Bughyah Al-Mutathawwi` hal. 98-99.


Kesimpulan


Nampak dengan sangat jelas dari uraian di atas, bahwa hadits-hadits shalat tasbih adalah hadits yang shahih atau hasan, dan tidak ada keraguan akan hal tersebut. Wallâhu A’lam.


Catatan Penting


Ada beberapa ulama yang melemahkan hadits shalat tasbih ini, akan tetapi, andaikata bukan karena kekhawatiran pembahasan ini menjadi lebih panjang, niscaya akan kami sebutkan perkataan-perkataan para ulama tersebut dan dalil-dalil mereka berikut dengan bantahan terhadap mereka. Wallâhul Musta’ân.
Kandungan Faidah Shalat Tasbih

* Tata Cara Shalat


Secara umum, shalat tasbih sama dengan tata cara shalat yang lain, hanya saja ada tambahan bacaan tasbih yaitu:


سُبْحَانَ
اللهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ

Lafadz ini diucapkan sebanyak 75 kali pada tiap raka’at dengan perincian sebagai berikut.


* Sesudah membaca Al-Fatihah dan surah sebelum ruku sebanyak 15 kali,

* Ketika ruku’ sesudah membaca do’a ruku’ dibaca lagi sebanyak 10 kali,

* Ketika bangun dari ruku’ sesudah bacaan i’tidal dibaca 10 kali,

* Ketika sujud pertama sesudah membaca do’a sujud dibaca 10 kali,

* Ketika duduk diantara dua sujud sesudah membaca bacaan antara dua sujud dibaca 10 kali,

* Ketika sujud yang kedua sesudah membaca do’a sujud dibaca lagi sebanyak 10 kali,


* Ketika bangun dari sujud yang kedua sebelum bangkit (duduk istirahat) dibaca lagi sebanyak 10 kali.


Demikianlah rinciannya, bahwa shalat Tasbih dilakukan sebanyak 4 raka’at dengan sekali tasyahud, yaitu pada raka’at yang keempat lalu salam. Bisa juga dilakukan dengan cara dua raka’at-dua raka’at, di mana setiap dua raka’at membaca tasyahud kemudian salam. Wallâhu A’lam.


* Jumlah Raka’at


Semua riwayat menunjukkan 4 raka’at, dengan tasbih sebanyak 75 kali tiap raka’at, jadi keseluruhannya 300 kali tasbih.

* Waktu Shalat
Waktu shalat tasbih yang paling utama adalah sesudah tenggelamnya matahari, sebagaimana dalam riwayat ‘Abdullah bin Amr. Tetapi dalam riwayat Ikrimah yang mursal diterangkan bahwa boleh malam hari dan boleh siang hari. Wallâhu A’lam.

* Catatan
Terdapat pilihan dalam shalat ini. Jika mampu, bisa dikerjakan tiap hari. Jika tidak mampu, bisa tiap pekan. Jika masih tidak mampu, bisa tiap bulan. Jika tetap tidak mampu, bisa tiap tahun atau hanya sekali seumur hidup.Karena itu, hendaklah kita memilih mana yang paling sesuai dengan kondisi kita masing-masing.

Kesimpulan

Hadits tentang shalat tasbih adalah hadits yang tsabit/sah dari Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam, maka boleh diamalkan sesuai dengan tata cara yang telah disebutkan diatas.

Penutup

Untuk melengkapi pembahasan yang singkat ini, maka kami juga sertakan penyimpangan-penyimpangan (bid’ah–bid’ah) yang banyak terjadi sekitar pelaksanaan shalat tasbih, di antaranya:

1. Mengkhususkan pelaksanaannya pada malam Jum’at saja.
2. Dilakukan secara berjama’ah terus menerus.
3. Diiringi dengan bacaan-bacaan tertentu, baik sebelum maupun sesudah shalat.
4. Tidak mau shalat kecuali bersama imamnya, jamaahnya, atau tarekatnya.
5. Tidak mau shalat kecuali di masjid tertentu.
6. Keyakinan sebagian orang yang melakukannya bahwa rezekinya akan bertambah dengan shalat tasbih.
7. Membawa binatang-binatang tertentu untuk disembelih saat sebelum atau sesudah shalat tasbih, disertai dengan keyakinan-keyakinan tertentu.


Demikianlah yang dapat aku haturkan semoga saja ada manfaatnya buat kita semua Aamiin Wassalam.

Rabu, 14 Desember 2011

Rahasia Menjadi Sukses



 Assalamu Allaikum Wr. Wb.

Saudaraku...
Sudah banyak kita baca kisah-kisah (nyata) tentang manfaat sedekah. Bila anda rutin mengikuti dan menyimak tausiyah yang disampaikan Ustadz Yusuf Mansyur di televisi, atau kuliah on-line melalui website-nya (www. wisatahati.com), atau dari buku-buku banyak sekali kisah nyata balasan Allah subhanahu wa ta’ala yang didapat oleh sebab bersedekah.

 Semua itu adalah untuk memotivasi kita semua, bahwa janji Allah ta’ala dalam al-Qur’an maupun hadist-hadist Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam itu adalah benar. Sebagai orang yang beriman maka kita wajib meyakininya, bila kita tidak percaya maka bertanyalah kepada diri kita sebesar apa keimanan kita kepada Allah, Rasul, dan Kitab-Nya.

Bagi anda yang sudah pernah membaca kisah ini maupun yang belum, mudah-mudahan dapat menjadi‘charger’ sehingga dapat memotivasi ulang kebiasaan kita bersedekah. Semoga Allah memberikan taufiq dan hidayah-Nya kepada kita hamba-hamba-Nya. Aamiin…

Berikut adalah sebuah kisah nyata yang diceritakan kembali oleh saudara Probo Jatmiko, seorang pengusaha muda (Juragan Biofir (Indonesia)) tentang rahasia keberhasilan seorang sahabatnya. Ditulis dan di-published pada tanggal 23 Maret 2009.

Ayat-ayat al-Qur’an dan hadist-hadist pada catatan ini saya tambahkan sebagai referensi (Pada catatan aslinya tidak tercantum).

 --**--**--
 Berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa, saya dipertemukan dengan hamba-Nya yang satu ini. Beliau adalah seorang leader yang selalu mengayomi, memberikan bimbingan, semangat, inspirasi, ide dan gagasan segar.

 Beliau seorang pemimpin yang mampu menggerakkan ratusan hingga ribuan anak buahnya. Beliau seorang guru yang memiliki lautan ilmu, yang selalu siap ditimba oleh anak-anaknya dan bagai tiada pernah habis.

Saat ini beliau memiliki berbagai macam bidang usaha, di antaranya sebagai supplier dan distributor alat dan produk kesehatan, puluhan hektar tambak, puluhan hektar ladang, berpuluh rumah kos, ruko, stand penjualan di mall, apartemen dan lain-lain. Pernah saya mencoba menghitung, penghasilan beliau bisa mencapai Rp. 1 Milyar per bulannya. Sebuah pencapaian luar biasa bagi saya dan kebanyakan orang lain.

Pertemuan antara saya dan beliau yang saya ceritakan di bawah ini terjadi beberapa tahun yang lalu, di saat penghasilan beliau masih berkisar Rp. 200 juta per bulan. Bagi saya, angka ini pun sudah bukan main dahsyatnya. Sengaja saya tidak menyebutkan namanya, karena ketika cerita ini saya publishbelum mendapatkan ijin dari beliau. Kita ambil wisdom (hikmah)nya saja ya.

Suatu hari, terjadilah dialog antara saya dengan beliau di serambi sebuah hotel di Bandung. Saya ingat, beliau berpesan bahwa beliau senang ditanya. Kalau ditanya, maka akan dijelaskan panjang lebar. Tapi kalau kita diam, maka beliau pun akan "tidur". Jadilah saya berpikir untuk selalu mengajaknya ngobrol. Bertanya apa saja yang bisa saya tanyakan.

Sampai akhirnya saya bertanya secara asal, "Pak, Anda saat ini kan bisa dibilang sukses. Paling tidak, lebih sukses daripada orang lain. Lalu menurut Anda, apa yang menjadi rahasia kesuksesan Anda?"

Tak dinyana beliau menjawab pertanyaan ini dengan serius.

"Ada empat hal yang harus Anda perhatikan," begitu beliau memulai penjelasannya.
 
RAHASIA PERTAMA

"Pertama. Jangan lupakan orang tuamu, khususnya ibumu. Karena ibu adalah orang yang melahirkan kita ke muka bumi ini. Mulai dari mengandung 9 bulan lebih, itu sangat berat. Ibu melahirkan kita dengan susah payah, sakit sekali, nyawa taruhannya. Surga di bawah telapak kaki ibu. Ibu bagaikan Pangeran Katon (Tuhan yang kelihatan).

Banyak orang sekarang salah. Para guru dan kyai dicium tangannya, sementara kepada ibunya tidak pernah. Para guru dan kyai dipuja dan dielukan, diberi sumbangan materi jutaan rupiah, dibuatkan rumah; namun ibunya sendiri di rumah dibiarkan atau diberi materi tapi sedikit sekali. Banyak orang yang memberangkatkan haji guru atau kyainya, padahal ibunya sendiri belum dihajikan. Itu terbalik.

Pesan Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wasallam: Ibumu, ibumu, ibumu... baru kemudian ayahmu dan gurumu.

Ridha’ Allah tergantung pada ridha’ kedua orang tua. Kumpulkan seribu ulama untuk berdoa. Maka do’a ibumu jauh lebih mustajabah." Beliau mengambil nafas sejenak.

 --**--**--
 Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

“Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula)…” (QS. Al Ahqaaf: 15).

 “Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu- bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah- tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu”. (QS. Luqman: 14).

“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya...” (QS. Al Israa': 23).

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwasanyaRasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda,“Ada tiga do’a mustajab yang tidak diragukan lagi, yaitu do’a orang yang teraniaya, do’a musafir, dan do’a orang tua untuk anaknya” (HR. Tirmidzi, dll)

RAHASIA KEDUA
 "Kemudian yang kedua", beliau melanjutkan. "Banyaklah memberi. Banyaklah bersedekah. Allah berjanji membalas setiap uang yang kita keluarkan itu dengan berlipat ganda. Sedekah mampu mengalahkan angin. Sedekah bisa mengalahkan besi. Sedekah membersihkan harta dan hati kita. Sedekah melepaskan kita dari mara-bahaya. Allah mungkin membalas sedekah kita dengan rejeki yang banyak, kesehatan, menghindarkan kita dari bahaya, keluarga yang baik, ilmu, kesempatan, dan lain-lain”.

--**--**--
 Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman:
“Perumpamaan (nafkah yang di keluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah. Adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir, seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (kurnia-Nya) lagi Maha Mengetahui”. (QS. Al-Baqarah: 261)

“Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya akan dilipat gandakan (pembayarannya) kepada mereka; dan bagi mereka pahala yang banyak”. (QS. Al Hadiid: 18)

Dan banyak lagi ayat-ayat lain yang berkenaan dengan keutamaan sedekah.

--**--**--
 Jangan sepelekan bila ada pengemis datang meminta-minta kepadamu. Karena saat itulah sebenarnya Anda dibukakan pintu rejeki. Beri pengemis itu dengan pemberian yang baik dan dengan sikap yang baik. Kalau punya uang kertas, lebih baik memberinya dengan uang kertas, bukan uang logam. 

Pilihkan lembar uang kertas yang masih bagus, bukan yang sudah lecek. Pegang dengan dua tangan, lalu ulurkan dengan sikap hormat kalau perlu sambil menunduk (menghormat). Pengemis yang Anda beri dengan cara seperti itu, akan terketuk hatinya, 'Belum pernah ada orang yang memberi dan menghargaiku seperti ini’. Maka terucap atau tidak, dia akan mendoakan Anda dengan kelimpahan rejeki, kesehatan dan kebahagiaan.

Banyak orang yang keliru dengan menolak pengemis yang mendatanginya, bahkan ada pula yang menghardik dan mengusirnya. Perbuatan itu sama saja dengan menutup pintu rejekinya sendiri.

Dalam kesempatan lain, ketika saya berjalan-jalan dengan beliau, beliau jelas mempraktekkan apa yang diucapkannya itu. Memberi pengemis dengan selembar uang ribuan yang masih bagus dan memberikannya dengan dua tangan sambil sedikit membungkuk hormat. Saya lihat pengemis itu memang berbinar dan betapa berterima kasihnya.

--**--**--
 Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman:
“Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sehahagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan maka sesungguhnya Allah mengetahuinya”. (QS. Ali 'Imraan: 92).

 RAHASIA KETIGA

"Allah berjanji memberikan rejeki kepada kita dari jalan yang tidak disangka-sangka," begitu beliau mengawali penjelasannya untuk rahasia ketiganya. "Tapi sedikit orang yang tahu, bagaimana caranya supaya itu cepat terjadi? Kebanyakan orang hanya menunggu. Padahal itu ada jalannya."

"Benar! Di Al Quran ada satu ayat yang kira-kira artinya : Barangsiapa yang bertawakal kepada Allah niscaya diadakan-Nya jalan keluar baginya dan memberinya rejeki dari jalan/pintu yang tidak diduga-duga", saya menimpali (QS. Ath-Thalaq: 3).

--**--**--
 Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman:
“Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu”. (QS. Ath-Thalaq: 3).

--**--**--
 "Nah, ingin tahu caranya bagaimana agar kita mendapatkan rejeki yang tidak diduga-duga?," tanya beliau.

"Ya, bagaimana caranya?" jawab saya. Saya pikir cukup dengan bertaqwa, menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, maka Allah akan mengirim rejeki itu datang untuk kita.

"Banyaklah menolong orang. Kalau ada orang yang butuh pertolongan, kalau ketemu orang yang kesulitan, langsung Anda bantu!" jawaban beliau ini membuat saya berpikir keras. "Saat seperti itulah, Anda menjadi rejeki yang tidak disangka-sangka bagi orang itu. Maka tentu balasannya adalah Allah akan memberikan kepadamu rejeki yang tidak disangka-sangka pula."

"Walau pun itu orang kaya?" tanya saya.

"Ya, walau itu orang kaya, suatu saat dia pun butuh bantuan. Mungkin dompetnya hilang, mungkin ban mobilnya bocor, atau apa saja. Maka jika Anda temui itu dan Anda bisa menolongnya, segera bantulah."

"Walau itu orang yang berpura-pura? Sekarang kan banyak orang jalan kaki, datang ke rumah kita, pura-pura minta sumbangan rumah ibadah, atau pura-pura belum makan, tapi ternyata cuma bohongan. Sumbangan yang katanya untuk rumah ibadah, sebenarnya dia makan sendiri," saya bertanya lagi.

"Ya walau orang itu cuma berpura-pura seperti itu," jawab beliau. "Kalau Anda tanya, sebenarnya dia pun tidak suka melakukan kebohongan itu. Dia itu sudah frustasi karena tidak bisa bekerja atau tidak punya pekerjaan yang benar. Dia itu butuh makan, namun sudah buntu pikirannya. Akhirnya itulah yang bisa dia lakukan. Soal itu nanti, serahkan pada Allah. Allah yang menghakimi perbuatannya, dan Allah yang membalas niat dan pemberian Anda."

--**--**--
 Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:
“Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik”. (QS. Al-Baqarah: 195). 

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Seorang laki-laki berkata, ‘Sungguh malam ini aku akan bersedekah’. Kemudian dia membawa sedekahnya, lalu dia terimakan kepada wanita pezina (pelacur). 

Sehingga keesokan harinya orang-orang memperbincangkan, ‘Semalam ada wanita pezina yang diberi sedekah’. Orang tersebut mengatakan, ‘Ya Allah! Segala puji hanya bagi-Mu, sedekahku ternyata jatuh ke tangan wanita pezina, sungguh aku akan bersedekah lagi’.

Dia keluar membawa sedekahnya lagi, lalu dia memberikannya ke tangan orang kaya. Sehingga keesokan harinya orang-orang memperbincangkan hal ini dengan mengatakan, ‘Semalam ada orang kaya yang diberi sedekah’. Orang itu berkata, ‘Ya Allah! Segala puji hanya milik-Mu, sedekahku jatuh ke tangan orang kaya. Sungguh aku akan bersedekah lagi’.

Dia keluar lagi membawa sedekahnya. Ternyata sedekah itu jatuh ke tangan pencuri sehingga orang-orang memperbincangkannya dengan mengatakan, ‘Semalam seorang pencuri menerima sedekah’. Orang itu berkata, ‘Ya Allah! Segala puji hanya bagi-Mu. Sedekahku ternyata jatuh ketangan pezina, orang kaya, dan pencuri!”

Akhirnya orang tersebut didatangi (oleh makhluk yang diutus oleh Allah subhanahu wa ta’ala). Lalu dikatakan kepadanya, ‘Sedekahmu telah diterima. Bisa jadi pezina tersebut berhenti berzina karena menerima sedekah itu; Bisa jadi orang kaya itu mendapat pelajaran lalu dia infakkan sebagian rezeki yang telah diberikan Allah kepadanya; Dan bisa jadi pencuri tersebut berhenti mencuri setelah menerima sedekah itu’”.

(HR. Muslim)

--**--**--
RAHASIA KEEMPAT

Wah, makin menarik nih. Saya manggut-manggut. Sebenarnya saya tidak menyangka kalau pertanyaan asal-asalan saya tadi berbuah jawaban yang begitu serius dan panjang. Sekarang tinggal satu rahasia lagi, dari empat rahasia seperti yang dikatakan beliau sebelumnya.

"Yang keempat nih, Mas", beliau memulai. "Jangan mempermainkan wanita".

Hm... ini membuat saya berpikir keras. Apa maksudnya. Apakah kita membuat janji dengan teman wanita, lalu tidak kita tepati? Atau jangan biarkan wanita menunggu? Seperti di film-film saja.

"Maksudnya begini. Anda kan punya istri... Itu adalah pasangan hidup Anda, baik di saat susah maupun senang. Ketika Anda pergi meninggalkan rumah untuk mencari nafkah, dia di rumah menunggu dan berdoa untuk keselamatan dan kesuksesan Anda. Dia ikut bersama Anda di kala Anda susah, penghasilan yang pas-pasan, makan dan pakaian seadanya, dia mendampingi Anda dan mendukung segala usaha Anda untuk berhasil."

"Lalu?" saya tak sabar untuk tahu kelanjutan maksudnya.

"Banyak orang yang kemudian ketika sukses, uangnya banyak, punya jabatan, lalu menikah lagi. Atau mulai bermain wanita (atau bermain pria, bagi yang perempuan). Baik menikah lagi secara terang-terangan, apalagi diam-diam, itu menyakiti hati pasangan hidup Anda. Ingat, pasangan hidup yang dulu mendampingi Anda di kala susah, mendukung dan berdoa untuk kesuksesan Anda. Namun ketika Anda mendapatkan sukses itu, Anda meninggalkannya. Atau Anda menduakannya."

“Oh... pelajaran monogami nih”, pikir saya dalam hati.

"Banyak orang yang lupa hal itu. Begitu sudah jadi orang besar, uangnya banyak, lalu cari istri lagi. Menikah lagi. Rumah tangganya jadi kacau. Ketika merasa ditinggalkan, pasangan hidupnya menjadi tidak rela dan merasa teraniaya. Akhirnya uangnya habis untuk biaya sana-sini. Banyak orang yang jatuh karena hal seperti ini. Dia lupa bahwa pasangan hidupnya itu sebenarnya ikut punya andil dalam kesuksesan dirinya," beliau melanjutkan.

Hal ini saya buktikan sendiri, setiap saya datang ke rumahnya yang di Waru Sidoarjo, saya menjumpai beliau punya 1 orang istri, 2 orang anak laki-laki dan 1 orang anak perempuan.

--**--**--
 Allah subhanahu wa ta’ala membolehkan berpoligami (sampai batas empat orang istri) dengan syarat harus adil diantara mereka. Tetapi kebanyakan manusia (laki-laki) tidak dapat berbuat demikian. Untuk mencegah perbuatan aniaya dan perilaku tidak adil, maka Allah ta’ala-pun menganjurkan untuk menikahi SATU orang perempuan saja (monogami). Hal ini dijelaskan dalam firman-Nya:

“Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi : dua, tiga atau empat. KEMUDIAN JIKA KAMU TAKUT TIDAK AKAN DAPAT BERLAKU ADIL, MAKA (KAWINILAH) SEORANG SAJA, atau budak-budak yang kamu miliki. YANG DEMIKIAN ITU ADALAH LEBIH DEKAT KEPADA TIDAK BERBUAT ANIAYA”. (QS. An Nisaa': 3).

--**--**--
 Perbincangan ini ditutup ketika kemudian ada tamu yang datang....

--**--**---
 Demikianlah sekelumit kisah nyata dari seorang yang telah berhasil dalam usahanya akibat sedekah dan kebaikan yang rutin dilakukannya.

Biasakan diri anda BERSEDEKAH secara kontinyu dan konsisten, baik dalam jumlah kecil maupun besar. Ketahuilah bahwa dalam sedekahmu itu ada 10 Manfaat. Lima akan diberikan Allah ta'ala di dunia, 5 lagi akan diberikan-Nya di akhirat kelak.

5 manfaat sedekah yang akan diberikan-Nya di DUNIA, adalah:
1. Menyucikan harta.
2. Menolak bala/bencana dan penyakit.
3. Memberikan kebahagiaan kepada orang menerimanya. Kebahagiaan yang dirasakan orang lain karena kita, mengakibatkan kebahagiaan dan kemuliaan dalam diri, dihadapan orang lain, dan dihadapan Allah ta'ala.
4. Memberikan keberkahan pada harta kekayaan.
5. Mendapatkan rizki yang melimpah dengan cara tak disangka-sangka.

Sedangkan 5 manfaat sedekah yang akan diberikan Allah di AKHIRAT adalah:
1. Menjadi pelindung dari sengatan matahari di akhirat (yang jaraknya hanya sejengkal).
2. Memperberat timbangan kebaikan.
3. Membantu melewati ash-Shirath.
4. Meninggikan derajat di surga.
5. Memperoleh ridha' Allah subhanahu wa ta'ala.

(Imam Samarqandi, dalam Tanbihul Ghafilin)

Ada syarat agar manfaat itu kita dapatkan: BERSEDEKAHLAH DENGAN IKHLAS MENGGUNAKAN HARTA HALAL YANG ENGKAU CINTAI, hanya mengharap Ridha' Allah semata. Tanpa pretense, tanpa embel-embel, tanpa pamrih. Biarlah Allah yang akan membalas dan menggantinya, karena Dia Maha Mengetahui segala apa yang terbaik bagi hamba-hamba-Nya...

MAU?

Mudah-mudahan catatan ini bisa menjadi penambah keyakinan, memotivasi, dan menjadi ‘charger’ khususnya diri saya sendiri, keluarga dan bagi anda yang membacanya. Semoga Allah memberikan kemudahan hamba untuk selalu berbuat baik dan istiqomah. Aamiin…

Pada kesempatan lain, Insya Allah kita bahas mengenai hadist-hadist tentang keutamaan bersedekah…

Billahi taufiq wal hidayah.
Semoga Bermanfaat…Aamiin Wassalam.