Minggu, 30 Januari 2011

Jadilah Sang Pendidik


Jadilah Sang Pendidik
Pendidik atau guru adalah orang tua kedua bagi anak didiknya. Mau tidak mau para pendidik juga berperan besar mewarnai seorang anak. Anak laksana kertas putih yang secara fithroh bersih, suci dan orang tua serta gurulah yang berperan besar untuk mewarnai anak menjadi merah, hijau, kuning, atau perpaduan warna lainnya. Hal tersebut membuat pendidik memiliki tugas dan tanggung jawab yang besar, yang tidak dapat diremehkan dan dipandang sebelah mata. Bagi pendidik yang ikhlas dan menjadikan tugas tersebut sebagai ladang amal maka pahala dari Allah telah menanti. Akan tetapi akankah seorang pendidik akan selalu mulus dan tanpa rintangan dalam melaksanakan tugasnya tersebut??? Tentu jawabnya tidak.

Lika-liku sebagai pendidik harus dilalui, karena pendidik tidak hanya menghadapi satu orang saja, namun bisa puluhan orang. Tidak hanya anak didik saja yang harus pendidik hadapi, begitu juga orang tua anak didik. Tidak mudah tentunya. Namun mengingat agung perannya seorang pendidik, dapat menjadikan pemicu semangat untuk tidak gentar menghadapi masalah-masalah yang dihadapi dengan anak didik. 

Setiap pendidik akan dicoba dengan masalah masing-masing, dan hal tersebut dapat mendewasakan sang pendidik dari waktu ke waktu. Hingga suatu saat ia mampu berdiri setegar karang, yang mampu menghadapi benturan ombak yang kian membesar. Senyum, tangis, guratan kesedihan maupun kekhawatiran menjadi bumbu bagi pendidik. Senyum dan tawa mengiringi langkah keberhasilan anak didik. Guratan kesedihan maupun kekhawatiran tersimpan hingga terkadang teruraikan air mata bila melihat kemunduran atau bahkan kemerosotan ynag dihadapi anak didik baik dari segi akademik maupun akhlak. 

Lalu harus bagaimana lagi agar dapat menjadi guru yang pengertian terhadap anak-didik. Harus melakukan apa lagi agar anak didik dapat menjadi lebih baik. Satu masalah terurai dan selesai muncullah masalah yang baru yang harus dihadapi lagi. Seakan-akan masalah tak ada henti-hentinya dari hari ke hari.

Wahai para pendidik bersabarlah, hingga waktu dimana kau menuai pahala akan tiba!
Penulis ini juga belum menjadi pendidik yang baik namun baru berusaha menjadi pendidik yang baik bagi anak didiknya. Tentunya banyak belajar baik dari teori maupun pengalaman bagaimana cara mendidik yang benar dan efektif.Untuk itu salah satu cara adalah pendidik harus cerdik mengetahui hal-hal yang penting dalam mendidik. Hal-hal yang penting tersebut antara lain :

Ikhlas
Pendidik harus memiliki niat yang ikhlas dalam mendidik anak-anak didiknya. Hal tersebut agar membedakan antara niat kebiasaan dan niat ibadah. Jadi tatkala pendidik meniatkan mendidik untuk mencari pahala di sisi Allah, maka akan berbeda jika pendidik tanpa ada niat dihati, pergi pagi pulang siang ke sekolah dan hanya menjadikan hal tersebut sebagai rutinitas belaka. Dan niat tersebut harus ikhlas, karena niat yang ikhlas adalah bagian terpenting agar tidak menjadi amalan yang kosong. Sebagaimana Imam Nawawi rahimahullah menempatkan niat di hadist pertama dalam kitab Hadist Arba’in, yang isinya adalah:

Dari Amirul Mukminin, Abu Hafsh ‘Umar bin Al Khaththab radhiyallohu’anhu, dia berkata, “Aku telah mendengar Rasulullah bersabda, ‘Sesungguhnya setiap perbuatan itu tergantung niatnya. Dan sesungguhnya setiap orang (akan dibalas) berdasarkan apa yang dia niatkan. Barangsiapa yang hijarhnya karena (Ingin mendapat keridhaan) Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada (keridhaan) Allah dan Rasul-Nya. Dan siapa yang hijarhnya karena dunia yang dikehendakinya atau kerana wanita yang ingin dinikahinya, maka hijrahnya (akan bernilai sebagaimana) yang dia niatkan.” (HR. Bukhari)

Jauhkan sifat riya‘ dari diri Sang Pendidik. Rasa ingin dipuji karena ketinggian ilmu, rasa ingin di sanjung dengan keahlian yang dimiliki. Wahai para pendidik, ingatlah bahwa kau dapat mengajarkan ilmu yang sekarang kau ajarkan karena menang selangkah. Dalam artian kau lebih dahulu menimba ilmu yang kau berikan sebelum anak didikmu. Mungkin jika kau duduk bersama bersanding dengan anak didikmu, belum tentu kau lebih faham dari mereka. Terbukti banyak sekali anak didik yang ilmunya melebihi ilmu sang guru. Dan juga ingatlah ilmu tersebut berasal dari Allah. Allah yang memahamkan kepadamu.

Ilmu yang kau dapatkan jangan sekedar kau gadaikan demi sesuap nasi
Kau menjadi angkuh dan menilai ketinggian ilmumu dengan rupiah. Waliyyadzubillah. Ingatlah bahwa rizqi adalah dari Allah. Kau dapat pendidikan yang tinggi itu juga rizqi-Nya, kau dapat kecerdasan juga karena rizqi-Nya. Kau faham akan ilmu yang kau pelajari juga karena rizqi-Nya. Dan kau mendapat kesempatan menularkan ilmu kepada yang lain juga tak lepas dari Rizqi-Nya. Ikhlas, ikhlas, dan ikhlas. Kata yang sangat mudah terucap namun sulit dalam mempraktekkannya. Ikhlas dalam melaksanakan tugas-tugasnya. Cek, cek dan cek lagi hati agar tak lepas dari keikhlasan. Bagaimanapun inilah ladang amal yang besar yang tidak boleh disia-siakan. Maka berjuanglah!!!

Keteladanan
Pendidik tidak hanya mengajar namun juga mendidik. Jika mengajar, setelah bahan ajar disampaikan, sudah lepaslah tanggung jawab, namun jika mendidik adalah lebih menuju ke arah memberikan pemahaman baik segi akademik maupun segi mental anak didiknya. Pendidik akan lebih dihargai dan lebih didengar tatkala ia tidak asal bunyi saja alias asal berbicara (menasehati dan menasehati) namun lebih ke suri teladan. Melihat dengan contoh lebih mudah dipahami oleh anak daripada sekedar mendengar, karena perilaku merupakan cermin berfikirnya. 

Sebagai contoh yang mudah, tatkala ada kerja bakti kelas, pendidik hanya menyuruh ini itu, sedangkan ia santai melenggang pergi atau hanya mondar-mandir saja, maka akan terjadi protes pada diri anak didik, Karena perintah tersebut tak terwujud dalam tindakan. Mungkin benar bahwa sebagai pendidik adalah yang mengarahkan namun alangkah lebih bagus lagi selagi mengarahkan pendidik juga memberikan contoh. 

Hal tersebut sepele namun akan benar-benar membekas. Siapa tahu tatkala anak didik menjadi pendidik, ia akan cenderung bersikap sebagaimana pendidik ajarkan dahulu yaitu menjadi jiwa penyuruh tanpa mau meneladani. Bila seorang pendidik benar dalam perkataannya dan dibuktikan dalam perbuatannya anak akan tumbuh dengan semua prinsip-prinsip pendidikan yang tertancap dalam pikirannya.

Allah juga telah memperingatkan bagi pendidik yang berbuat berlainan dengan ucapannya, Allah berfirman,
“Hai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu perbuat? Amat besar kebencian disisi Allah bahwa kamu mengatakan apa saja yang tidak kamu perbuat
.” (QS. Ash-Shaf: 2-3)

Disiplin
Menegakkan kedisiplinan berbeda dengan pengekangan. Memang sedikit agak sukar dibedakan, karena begitu banyak aturan yang harus ditegakkan saat menerapkan kedisiplinan. Akan tetapi jika diamati lebi cermat terdapat perbedaan mencolok diantara keduanya, Pengekangan akan sangat merugikan anak didiknya yang akan dirasakan sekarang maupun dilain waktu, namun disiplin akan menimbulkan pengekangan anak didik di awal saja, disaat mereka baru beradaptasi dengan bentuk kedisiplinan tersebut, jika sudah berulang kali melaksanakannya dan biasa maka mereka akan merasakan betapa bermanfaat disiplin tersebut bagi dirinya.

Hal yang kecil yang dapat dilakukan, misalnya disiplin masuk kelas, disiplin terhadap peraturan yang ada di kelas atau sekolah.
Islampun telah mengajarkan kedisiplinan yaitu tercermin dalam shalat wajib tepat waktu, tidak boleh mengulur-ulur hingga akhir waktu bahkan keluar dari waktu yang telah ditentukan. Juga disunnahkan untuk mengucapkan salam jika bertemu saudara muslim yang lain, dan wajib untuk menjawabnya.

Amanah Ilmiah
Hal tersebut yang sering sekali terlupa oleh sang pendidik, yaitu amanah ilmiah. Amanah Ilmiah tersebut harus dijalankan disaat memberikan pelajaran, sehingga pelajaran yang dibawakan bukan sekedar asal bunyi belaka. Kadang ada pendidik yang kurang menjalankan amanah ilmiah ini, dengan sekedar mengabarkan tanpa memberikan rujukan-rujukan yang terpercaya, atau bahkan pelajaran hanya diisi dengan cerita pengalaman yang mungkin tidak ada hubungannya dengan pelajaran sama sekali.

Dapat mengkondisikan kelas
Terkadang tidak semua pendidik mampu mengkondisikan kelas, tidak mampu dalam mengendalikan anak didik, akhirnya target pelajaran tak terkejar, kelas dalam suasana gaduh dan anak didik bersikap semaunya. Tidak dapat dibiarkan, untuk situasi semacam ini pendidik harus pandai memutar otak agar dapat mengendalikan kelas tanpa harus beradu mulut dengan anak didiknya. Memang sulit apalagi jika dalam satu kelas terdiri dari 20 anak lebih, yang masing-masing dari mereka memiliki pemikiran sendiri. Jangan menyerah insyaallaah akan selalu ada jalan bagi pendidik yang sabar dan berpikiran jernih.

Bertindaklah bak seorang pendidik sedang bermain layang-layang
Ibarat ini memiliki arti bahwa pendidik harus mampu menempatkan diri sebagai pemain layang-layang, dan layang-layang tersebut sebagai anak didik. Pendidik harus dapat menarik-ulur layang-layang tersebut, menarik layang-layang dengan artian tatkala anak didik mulai melanggar peraturan atau anak didik mulai tidak mengindahkan nasehat pendidik maka pendidik bisa bersikap tegas namun bukan mendzalimi. 

Dan mengulur layang-layang artinya tatkala anak didik mulai disiplin, taat kepada aturan yang ada dan bersemangat untuk menuntut ilmu, pendidik dapat memberikan kelemahlembutan namun bukan lemah. Kelemahlembutan misalnya dengan memberi mereka hadiah berupa pujian atau mengadakan kejutan kecil untuk mereka, seperti memberi hadiah buku dsb. Karena Allah pun menyuruh pendidik agar berlemah lembut, dari Jarir bin Abdullah radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,
“Barangsiapa yang tidak diberi sifat kelembutan maka ia tidak memiliki kebaikan sama sekali.” (HR. Muslim 2592)

Jauhilah Mengeluh dan Putus asa
Ingatlah selalu, pahala yang akan diraih. Mengeluh akan membuka pintu setan sehingga pendidik, menyerah sedangkan berputus asa akan dapat memutuskan ladang amalan yang seharusnya pendidik dapatkan. Semangat harus selalu dipupuk tatkala mulai timbul kejenuhan, keruwetan dalam menghadapi lika-liku dalam mendidik.

Dan yang terpenting adalah DOA
Serahkan semua permasalahan kepada Allah, dan Allah lah tempat mengadu. Bisa jadi anak yang semula buruk akan berubah menjadi baik dengan izin Allah karena wasilah dari doa yang pendidik panjatkan. Allah Subhanahu wa Ta’alla berfirman,

” Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang mendoa apabila ia berdoa kepadaKu.” (QS. Al-Baqarah : 186)

Bagaimanapun hati manusia ada di antara jari-jari Allah. Sebagaimana hati anak-anak pula yang berada diantara jari-jari Allah, hanya Dia yang dapat membolak-balikkan hati hamba-Nya. Adukan semua kepada-Nya, dan memohonlah agar mendapatkan kemudahan.
“Ya Allah, lapangkanlah dadaku, mudahkanlah urusanku dan lunakkanlah lidahku agar manusia dapat memahami perkataanku.” (QS. Thaahaa: 25-28)

Bersyukurlah karena dalam garis hidup ini ada waktu untuk memberikan ilmu walau sedikit kepada orang lain. Mungkin itulah salah satu cara agar dapat bermanfaat bagi orang lain. Baik pelajaran syar’i maupun pelajaran umum bila ilmu tersebut untuk kemajuan agama islam, insyallaah bermanfaat. Semua bisa mengaku sebagai guru namun semua guru belum tentu bisa menjadi pendidik sejati.
Wallahu a’lam bishawab
http://nurassajatipurnamaalam.blogspot.com/

Keistimewaan Nabi Muhammad S.A.W.

 
Di dalam Kitab “Muhammad S.A.W. Insanul Kamil”, karangan Al-Allamah As-Sayyid Muhammad bin Alwiy Al-Maliki Al-Hasani, ada menyatakan beberapa perkara mengenai kemulian dan keistimewaan Nabi Muhammad yang diutuskan sebagai rasul yang terakhir yang senantiasa menyeru manusia ke arah kebahagian dunia dan akhirat, diantaranya ialah:

 1. Muhammad Rasulullah S.A.W. adalah manusia pertama yang diciptakan Allah swt iaitu ketika Nabi Adam a.s masih dalam keadaan antara roh dan jasadnya ( dari hadith riwayat Tirmizi).

 2. Allah telah menetapkan bahawa semua nabi bermula dari Nabi Adam hinggalah Nabi Isa a.s terikat dengan janji bahawa mereka akan beriman dan seterusnya membela atau membantu Rasulullah s. a. w. Firman Allah yang bermaksud: Dan (ingatlah), ketika Allah mengambil perjanjian dari para nabi: “Sungguh, apa saja yang Aku berikan kepadamu berupa kitab dan hikmah, kemudian datang kepadamu seorang rasul yang membenarkan apa yang ada padamu, niscaya kamu akan sungguh-sungguh beriman kepadanya dan menolongnya”.(Surah Ibrahim : 81).

 3. Silsilah atau asal-usul keturunan baginda S.A.W. bermula dari Nabi Adam a.s hinggalah Abdullah bin Abdul Mutalib tidak terdapat seorang pun di antara mereka yang pernah melakukan perbuatan yang tidak senonoh. (dari hadith yang diriwayatkan oleh Al-Baihaqi dan lain-lain).

 4. Pada saat kelahiran baginda S.A.W., bondanya melihat cahaya memancar menerangi istana-istana megah di Syam (diriwayatkan oleh Imam Ahmad bin Hanbal).

 5. Pada saat baginda SAW sedang berjalan di tengah terik panas matahari, terdapat gumpalan awan memayunginya. (diriwayatkan oleh Abu Naim dan lain-lain).

 6. Pernah terjadi ketika mana baginda S.A.W. sedang berjalan dan hendak berteduh di bawah sepohon pokok, pokok itulah yang bergerak mendekati baginda. (diriwayatkan oleh Al-Baihaqi )

 7. Ketika baginda SAW masih kanak-kanak, ketika baginda sedang bermain-main datanglah Malaikat membelah dadanya dan mensucikan hatinya. ( diriwayatkan oleh Muslim dan lain-lain)

 8. Pada waktu Baginda menerima wahyu pertama di Gua Hira’, Jibril a.s memeluk Baginda sebanyak 3 kali. ( diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim).

 9. Allah S.W.T. memberi nama ‘Muhammad’ kepada baginda yang berasal dari perkataan ‘hamada’ (puji). Ianya merupakan kata akar bagi salah satu sifat Allah iaitu ‘Mahmud’ (Maha Terpuji). Sebelum itu tidak ada seorang pun yang bernama seperti baginda s. a. w. ( diriwayatkan oleh Muslim )

 10. Baginda S.A.W. sering lapar di malam hari kerana tidak mempunyai makanan , namun keesokan harinya baginda akan berasa kenyang. Allah S.W.T jua yang dengan kekuasaan ghaibnya memberi ‘makan-minum’ kepada baginda S.A.W. hinggakan baginda tidak berasa lapar atau haus ( diriwayatkan oleh Muslim).

 11. Baginda S.A.W. dapat melihat sesuatu yang dibelakangnya dengan jelas seolah-olah baginda melihat dari arah hadapannya. ( diriwayatkan oleh Muslim).
 12. Di waktu malam yang gelap-gelita, baginda S.A.W. dapat melihat sesuatu dengan jelas dan terang seolah-olah seperti baginda sedang melihatnya di waktu siang (diriwayatkan oleh Al-Baihaqi ).

 13. Ludah baginda S.A.W. dapat menjadikan air laut yang masin menjadi tawar (diriwayatkan oleh Abu Naim).

 14. Suara baginda S.A.W. dapat didengari oleh orang yang berada pada jarak yang kebiasaannya susah untuk mendengar. ( diriwayatkan oleh Bukhari).

 15. Baginda S.A.W. hanya tidur dengan mata, sedangkan hatinya tetap tidak tidur. (diriwayatkan oleh Bukhari ).

 16. Baginda S.A.W. tidak pernah menguap. (diriwayatkan oleh Abu Syaibah dan lain-lain. Dikemukakan juga oleh Al-Khatabiy ).

 17. Selama hidup baginda S.A.W. tidak pernah ihtilam (mimpi syahwat) sama seperti para Nabi dan Rasul sebelumnya. ( diriwayatkan oleh Tabrani).

 18. Peluh (Keringat) baginda sama-sekali tidak berbau. ( diriwayatkan oleh Abu Naim dan lain-lain ).

 19. Apabila Baginda S.A.W. berjalan di samping orang bertubuh tinggi, baginda nampak lebih tinggi. (diriwayatkan oleh Al-Baihaqi).

 20. Allah S.W.T. telah memperjalankan Baginda pada malam hari dari Masjidul Haram di Mekah ke Masjidul Aqsa di Palestin. Firman allah di dalam al-Quran: “Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hambaNya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkati sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebahagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat”. (Surah Al-Israa’ : 1)

 21. Allah S.W.T. telah menurunkan Malaikat bagi membantu baginda semasa peperangan Badar dan peperangan Hunain. Firman Allah: ‘Sungguh Allah telah menolong kamu dalam peperangan Badar, padahal kamu adalah (ketika itu) orang-orang yang lemah. Kerana itu bertakwalah kamu kepada Allah, supaya kamu mensyukuri-Nya. (Ingatlah), ketika kamu mengatakan kepada orang mu’min: “Apakah tidak cukup bagi kamu Allah membantu kamu dengan tiga ribu malaikat yang diturunkan (dari langit)?” (Surah Al-Imran : 123-124 )

 Sebagai umat Muhammad S.A.W. kita perlu mengingati dan mencintai Rasul kita s.a.w. dengan suatu penghayatan yang sebenarnya, atau dengan kata lain wajib dihayati oleh setiap orang yang beriman sepanjang masa, tidak hanya pada waktu-waktu tertentu atau musim-musim tertentu seperti mengingati Baginda S.A.W. hanya di bulan Rabiul Awal ini saja. Cuma yang lebihnya memperingati Baginda S.A.W. di bulan Maulid ini adalah lebih khusus kerana Baginda mengikut riwayat yang paling mashyur dilahirkan pada hari Isnin 12 Rabiul Awal tahun gajah. Rasulullah S.A.W. bersabda di dalam hadis yang diambil dari Qatadah yang bermaksud;”Bahasanya Rasulullah S.A.W, apabila ditanya mengenai puasa pada hari isnen, maka Baginda bersabda : itulah hari dimana aku dilahirkan dan hari mula turun wahyu kepada ku” H.R.Muslim

 Di dalam keadaan dan suasana manusia yang sedang hanyut dan tenggelam di dalam arus jahiliyah, manusia yang sedang berada di julang api neraka, di saat manusia membunuh sesama sendiri, di kala manusia lupa Tuhan yang sebenarnya dengan menyembah berhala, tidak mengenali hakikat agama yang dibawa oleh nabi-nabi terdahulu dan menyeleweng daripada ajaran yang sebenarnya.

 Di tengah-tengah keadaan inilah, maka lahirlah sinaran dan cahaya islam yang dibawa oleh seorang pesuruh Allah yaitu Nabi Muhammad S.A.W. Ajaran yang suci ini telah dibawa oleh seorang pesuruh Allah yang terpilih ini, semuanya bersumberkan kepada wahyunya daripada Allah S.W.T. yang bertujuan untuk menyelamatkan manusia dengan mengajak mereka beribadat kepada Allah semata-mata dan menjauhi diri dari ajaran yang salah dan sesat.

 Jelas sekali, sumbangan Baginda dalam mengangkat dan meningkatkan peradaban manusia cukup besar dan bermakna. Oleh itu, kedatangan bulan ini perlu disambut setiap umat Islam dengan penuh kesyukuran kerana dalam bulan inilah lahir seorang pemimpin unggul, agung dan berwibawa yang mengubah suasana dan keadaan hidup manusia ke arah kehidupan lebih cemerlang, bahagia dan berjaya. Allah berfirman yang berbunyi:
 “Tidak Kami utuskan engkau (wahai Muhammad) melainkan untuk mendatangkan kerahmatan kepada seluruh alam.” (Surah al-Anbia, ayat 107).

 Perjuangan Baginda S.A.W. dalam usaha menegakkan Islam di muka bumi ini, dipenuhi peristiwa pahit dan getir. Baginda terpaksa menempuh pelbagai ancaman dan halangan, menghadapi pelbagai kesengsaraan, penderitaan, penindasan dan sebagainya. Baginda diutus Allah menjadi Rasul ketika berumur 40 tahun. Pelantikan Baginda sebagai Rasul membolehkan Baginda menyebarkan dakwah dan mengajak umatnya ke jalan lurus. Kesungguhan Baginda akhirnya berjaya membawa masyarakat Arab ke jalan benar dan diridloi Allah.

Justru itu, pada hari ini, marilah kita umat Islam bergandeng bahu dan merapatkan jurang untuk sama-sama meningkatkan ketakwaan kepada Allah dengan menghayati ajaran dan sunah Rasulullah. Sesungguhnya, kedatangan Rabiulawal tahun ini, diharap dapat menyelesaikan kemelut yang menimpa umat Islam ketika ini, sekaligus membawa semangat baru kepada perjuangan menegakkan Islam.

 Mengapa Kita Bersholawat 

oleh Al-Habib Abdul Qodir bin Al Imam Al Hafidz Al Musnid Al Qutub Prof DR. Al Habib Abdullah Bin Abdul Qodir Bin Ahmad Bil Faqih Al-Alawy RA
 Terdorong dari sabda Baginda SAW yang artinya “janganlah kalian mejadikan makamku sebagai tempat bersenang-senang, namun justru perbanyaklah sholawat atasku !! Sesungguhnaya sholawat yang kalian sampaikan aku terima ( sampai kepadaku ) dimanapun kamu berada”.

 Tersirat pula bahwa Baginda Nabi SAW bersabda, telah bersabda jibril As : “Sesungguhnya aku memberi kabar gembira kepadamu bahwa sungguh Allah SWT.” berfirman, “Barangsiapa menyampiakan salam kepadamu maka aku sampaikan salam kepadanya, dan orang yang bersholawat kepadamu, aku berikan sholawat kepadanya”. (Hadist Qudsyi)

Sabda Baginda Nabi SAW pula : bersabda Sayyiduna Jibril As : ” Wahai Muhammad tiada seorang yang bersholawat kepada paduka kecuali 70.000 malaikat bersholawat atas orang tersebut, dan siapa yang bersholawati oleh malaikat maka ia tergolong dari penghuni surga”.

 Kemudian Baginda Nabi SAW pun pernah bersabda : “Siapa orang yang bersholawat atasku satu kali, Allah SWT sampaikan sholawat atasnya 10 kali, siapa yang bersholawat atasku 100 kali Allah SWT sampaikan sholawat atasnya 100 kali, siapa orang yang bersholawat atasku 100 kali Allah SWT mencatatnya tergolong dari orang yang jauh dari kemunafikan dan bahaya api neraka, serta kelak digolongkan bersama para syahid, perbanyaklah sholawat atasku, setiap namaku disebut sesungguhanya itu menjadi pelebur dari macam-macam keburukan kalian”.

 Sebuah kabar gembira dari Baginda Nabi SAW, dirawayatkan : “Siapa orang yang bersholawat atasku setiap hari 100 kali, maka tidaklah ia wafat kecuali sebelumnya akan mengetahui tempatnya kelak disurga”.
 Dalam sebuah hadits yang lain diriwayatkan pula : “Siapa orang yang bersholawat atasku setiap hari 100 kali, maka Allah SWT akan mengkabulkan 100 hajatnya, yang teringan dari hajat tersebut bahwa ia akan dibebaskan dari api neraka”.

 Demikian penjabaran dari Yang Mulya Asy Syekh Yusuf Bin Ismail Al Nabhany RA.
 Kemudian Imam Asy Syakhowi RA menukilkan dari sayyiduna Imam Ali Karrahmallahu Wajhah As Ra, beliau pernah berkata : “Andai aku tidak khawatir lupa akan dzikir kepada Allah Azza Wajalla maka tidak aku dekatkan diri kecuali dengan sholawat atas Nabi SAW, karena pernah kudengar Baginda SAW bersabda : “Bersabda Sayyidunna jibril As : “Wahai Muhammad Sesungguhnya Allah ‘Azza Wajalla Berfirman : “Siapa orang yang bersholawat kepada paduka 10 kali sungguh wajib baginya aman dari Murka-Ku”.

 Semoga Allah SWT membuka hati agar semua tergolong dari ahli sholawat dan tergolong peraih Syafa’at Rosulullah SAW, Amiin Yaa Rabbal ‘Alamiin Bijahi Sayyiduna Muhammadin Tohal Amiin SAW.
 Mari kita bersyukur kepada Allah SWT karena sudah dikumpulkan oleh Allah SWT di sini. Di tempat ini kita mengingat Allah SWT, mengingat Nabi Muhammad SAW dan mengingat orang-orang yang mencintai Allah SWT dan Rasulullah Muhammad SAW. Semoga di akhirat nanti kita juga dikumpulkan bersama-sama Rasulullah Muhammad SAW. Amin.

 Kita bermodalkan mencintai Rasulullah Muhammad SAW. Dikisahkan ketika pada suatu hari rombongan Rasulullah Muhammad SAw sedang berjalan menuju ke suatu tempat dihentikan oleh seseorang sahabat dan beliau bertanya kapan hari kiamat akan tiba. Rasulullah Muhammad SAW. balik bertanya kepadanya apakah yang sudah dia siapkan sehingga dia tanya kapan hari kiamat akan tiba? Sahabat tersebut menjawab dia tidak mempersiapkan apa-apa karena dia sadar bahwa ibadahnya hanya sedikit, dia hanya yakin bahwa dia mencintai Allah SWT dan Rasulullah Muhammad SAW. Rasulullah Muhammad SAW menjawab bahwa sahabat itu akan bersama yang dicintainya nanti di hari kiamat.

 Sahabat-sahabat yang lain yang bersama Rasulullah Muhammad SAW bahagia sekali mendengar kabar tersebut seakan-akan tidak ada kabar bahagia selain ini, sebab mereka tahu bahwa ibadah mereka tidak mungkin sekhusyuk Rasulullah Muhammad SAW, tidak mungkin seikhlas Rasulullah Muhammad SAw, tidak mungkin sesempurna Rasulullah Muhammad SAW…mereka hanya mencintai Allah SWT. dan Rasulullah Muhammad SAW. Mereka bahagia bahwa dikatakan mereka akan bersama yang mereka cintai.

 Dikatakan bahwa barang siapa mendatangi suatu tempat dimana tempat itu dibacakan maulid (sejarah Rasulullah Muhammad SAW), maka dia sebenarnya sedang mendatangi ridho Allah SWT. Kenapa? Karena kita datang dengan berniatkan mencintai Rasulullah Muhammad SAW. yang mana niat ini akan membawa kita melakukan hal-hal yang cintai oleh Rasulullah Muhammad SAW. Bukankah orang yang mencintai sesuatu akan melakukan hal-hal yang disukai oleh yang kita cintai?

 Barang siapa dengan tulus mencintai Rasulullah Muhammad SAW. maka Rasulullah Muhammad SAW. akan mencintainya. Salah satu bukti kecintaan kita kepada Rasulullah Muhammad SAW. adalah dengan bersholawat kepada Rasulullah Muhammad SAW.

 Nabi Adam As dahulu kesepian ketika berada di surga, oleh Allah SWT. diciptakanlah ibu Hawa. Sudah sifat kita tertarik kepada sesuatu yang indah-indah, begitu juga Nabi Adam As yang tertarik kepada ibu Hawa. Ketika Nabi Adam As bertanya kepada Allah SWT. bahwa Nabi Adam As menginginkan ibu Hawa, maka Allah SWT melarang Nabi Adam As mendekati ibu Hawa sebelum memberikan mahar. Lihatlah di surga yang semua keinginan kita tinggal meminta pada Allah Swt langsung dikabulkan saja Nabi Adam As masih disuruh memberikan mahar untuk ibu Hawa! Nabi Adam As bertanya apa maharnya Ya Allah? 

Dijawab oleh Allah Swt bahwa mahar yang harus diberikan adalah sholawat kepada Rasulullah Muhammad SAW. Kemudian Allah SWT menjelaskan kepada Nabi Adam As siapa Rasulullah Muhammad SAW.yang di akhirat dikenal dengan nama Ahmad sebenarnya.

 Lihat ini bukti bahwa betapa mulianya sholawat kepada Rasulullah Muhammad SAW. itu! Sholawat bermanfaat untuk banyak hal dunia dan akhirat. Alhabib Ali bin Muhammad bin Husein Alhabsyi (penulis kitab Simthud Durrar) berkata bahwa ketika beliau sumpek maka beliau membaca sholawat kepada Rasulullah Muhammad SAW.

 Dikisahkan dari Kitab Raudhorrayahin, dimana Allah memiliki salah satu malaikat yang mana panjang sayapnya yang satu di masyriq dan yang satu di maghrib. Dan tingginya, dari langit ketujuh sampai dasar bumi ketujuh. Malaikat tersebut memiliki bulu sejumlah dengan makhluk ALLAH yang ada di bumi, dan tugas malaikat tersebut adalah ketika ada yang bersholawat kepada Rosul SAW, maka malaikat tersebut menyelam kelautan cahaya kemudian naik ke atas dan mengibaskan tubuhnya.

 Setiap tetesan yang menetes dari sayap malaikat tersebut ALLAH ciptakan malaikat lagi yang selalu meminta ampun / ber-istiqfar terhadap orang yang bersholawat tersebut sampai yaumil Qiyamah…
Begitu tingginya derajat orang yang bersholawat kepada Sayyidul Wujud Muhammad SAW. , maka perbanyaklah sholawat kita….

 NASEHAT RASULULLAH  S.A.W. UNTUK  PUTRI  KESAYANGANNYA, FATIMAH AZ-ZAHRA. 

 Suatu hari Rasulullah S.A.W . menyempatkan diri berkunjung kerumah Fatimah az-zahra. Setiba dikediaman putri kesayangannya itu, Rosulullah berucap salam & kemudian masuk. Ketika itu didapatinya Fatimah tengah menangis sambil menggiling Syaiir ( Sejenis Gandum ) dengan penggilingan tangan dari batu. Seketika itu Rosul bertanya kepada putrinya.

 “ Duhai Fatimah, apa gerangan yang membuat engkau menangis ? Semoga Allah tidak menyebabkan matamu berderai.”
 Fatimah menjawab. “ Wahai Rosulullah, Penggilingan dan Urusan rumah tangga inilah yang menyebabkan Ananda menangis.”

 Kemudian duduklah Rosulullah S.A.W disisi Fatimah. Kemudian Fatimah melanjutkan. “ Duhai Ayahanda, sudikah kiranya Ayah meminta kepada Ali, suamiku. Mencarikan seorang Jariah ( Hamba Perempuan ) untuk membantu Ananda menggiling gandum dan mengerjakan pekerja’an Rumah ?”.

 Maka bangkitlah Rasulullah S.A.W mendekati penggilingan itu. Dengan tangannya beliau mengambil sejumput gandum lalu diletakkannya dipenggilingan tangan seraya membaca BASMALLAH. Ajaib dengan seizing ALLAH S.W.T. penggilingan tersebut berputar sendiri. Sementara penggilingan itu berputar, Rasulullah bertasbih kepada ALLAH S.W.T dalam berbagai bahasa, sehingga habislah gandum itu tergiling.. “ Berhentilah berputar dengan izin ALLAH S.W.T.” maka penggilingan itu berhenti berputar.

 Lalu dengan izin ALLAH pula penggilingan itu berkata dengan bahasa manusia.” Yaa.. Rasulullah, demi ALLAH yang telah menjadikan tuan kebenaran sebagai Nabi dan Rasul-nya. Kalaulah tuan menyuruh hamba menggiling gandum dari timur hingga kebaratpun niscaya hamba gilingkan semuanya, Sesungguhnya hamba telah mendengar dalam kitab ALLAH S.W.T. “ Hai orang yang beriman, peliharalah dirimu, keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, penjaganya malaikat yang kasar lagi keras, yang tidak mendurhakai ALLAH terhadap apa yang dititahkannya dan mereka mengerjakan apa yang dititahkannya. 
Maka hamba takut Yaa.. Rasulullah kelak hamba menjadi batu dineraka.”

 Dan bersabdalah Rasulullah.” Bergembiralah, karena engkau adalah salah satu Mahligai Fatimah az-zahra didalam surga. Maka bergembiralah penggilingan batu itu.
 Lalu Rasulullah bersabda.

 ” Jika ALLAH menghendaki,niscaya penggilingan itu akan berputar dengan sendirinya untukmu. Tapi ALLAH menghendaki dituliskan-nya untukmu beberapa kebaikan dan dihapuskan-nya beberapa kasalahanmu. Dan diangkatnya beberapa derajat untukmu bila wanita menggiling gandum untuk suami dan anaknya. Dan ALLAH menuliskannya setiap gandum yang digilingkannya SATU kebaikan dan mengangkatnya SATU derajat “

 Kemudian Rasulullah meneruskan nasehatnya.
 ” Wahai Fatimah, wanita yang berkeringat. Ketika wanita menggiling gandum untuk suami dan anaknya. ALLAH akan menjadikan antara dirinya dan Neraka tujuh parit. Wanita yang meminyaki dan menyisiri rambut anaknya, serta mencuci pakaian mereka. ALLAH akan mencatat pahala seperti memberi seribu orang lapar dan memberi pakaian kepada seribu orang telanjang. Sedangkan wanita yang menghalangi hajat tetanga-tetangganya, ALLAH akan menghalanginya dari meminum air telaga Kautsar diahari kiamat.”
 Rasulullah S.A.W masih meneruskan nasehatnya..

 ” Wahai Fatimah yang lebih utama dari semua itu adalah keridha’an Suami terhadap Istrinya. Jika suamimu tidak Ridha, aku tidaklah akan mendoakanmu. Tidakkah engkau ketahui, Ridha Suami adalah Ridha ALLAH S.W.T, dan kemarahannya adalah kemarahan ALLAH S.W.T ?”
 Apabila seorang wanita mengandung Janin, Maka beristigfarlah para malaikat. Dan ALLAH mencatat Tiap – tiap hari seribu kebaikan dan menghapuskan seribu kejahatan.

 Apabila ia mulai sakit karena melahirkan, ALLAH akan mencatat seperti pahala orang-orang yang berjihad.
 Apabila ia Melahirkan, keluarlah ia dari dosa-dosanya seperti keadan sa’at ibunya melahirkannya.
 Apabila ia Meninggal dalam melahirkan ia meninggalkan dunia ini tanpa dosa sedikitpun. Kelak ia akan mendapati kuburnya tersebut sebagai taman-taman surga. Dan ALLAH mangaruniakan pahala seribu haji dan seribu umrah. Dan beristigfarlah seribu malaikat untuknya dihari kiamat.

 ” Wahai Fatimah, wanita yang melayani suaminya dalam sehari semalam dengan baik hati dan ikhlas serta dengan niat yang benar. ALLAH S.W.T menghapuskan dosa-dosanya. Dan akan mengenakan seperangkat pakaian hijau, dan dicatatkan untuknya dari setiap helai bulu dan rambut ditubuhnya seribu kebaikan ( setiap helai seribu kebaikan ).. Wanita yang tersenyum dihadapan suaminya, ALLAH memandangnya dengan pandangan Rahmat.

 .” Wahai Fatimah, wanita yang menghamparkan alas untuk berbaring atau menata rumah dengan baik untuk suami dan anaknya, berserulah para malaikat untuknya. Teruskanlah Amalmu, maka ALLAH telah mengampunimu dari dosa yanglalu maupun yang akan datang.”

 .” Wahai Fatimah, wanita yang mengoleskan minyak pada rambut dan jenggot suaminya, serta rela memotong kumis dan menggunting kuku suaminya, ALLAH memberinya minuman dari sungai – sungai surga. Dan kuburnya akan menjadi taman di surga. Dan ALLAH menyelamatkannyadari api neraka, serta selamat dari titian Sirotulmustakim.

 DARI ABDULLAH BIN AMR AL-ASH RA, ROSULULLAH BERSABDA.
“ DUNIA ADALAH SUATU KESENANGAN, DAN SEBAIK-BAIK KESENANGAN ADALAH WANITA YANG SHALEHAH.”( H.R MUSLIM )

Subhanallah wabihamdihi Subhanakallahumma wabihamdika AsyaduAllahilaha illa Anta Astagfiruka wa'atubu Ilaik..

Semoga bermanfaat dan penuh Kebarokahan dari Allah.....
 Marilah Setiap detak-detik jantung..,selalu kita isi dengan..
Asma Teragung diseluruh jagad semesta raya ini...Aamiin Aamiin, Wassalam,
http://nurassajatipurnamaalam.blogspot.com/

Sabtu, 29 Januari 2011

Siapa Makhluk Yang Imannya paling mempesona ?

Bismillahir-Rahmanir-Rahim ...

Dini hari di Madinah Al Munawwarah.

Kusaksikan para sahabat berkumpul di masjidmu. Angin gurun membekukan kulit. Gigi gemeretak dan Kaki terguncang.

Tiba-tiba pintu hujrahmu terbuka. Engkau datang, Yaa Rasul Allah. Kupandang dikau...

Assalamu'alaika Yaa Nabi wa rahmatullah.

Assalamu'alaika Yaa Nabi wa rahmatullah.

Kudengar salam bersahut-sahutan. Engkau pun tersenyum, Yaa Rasul Allah, wajahmu bersinar. Angin gurun berubah menjadi hangat.

Cahayamu menyusup keseluruh daging dan darah.

Dini hari Madinah berubah laksana siang yang cerah. Kudengar engkau berkata, "Adakah air pada kalian?". Kutengok cepat gharibah-ku. Para sahabat sibuk memperlihatkan kantong kosong.

Tidak ada setetespun air, Yaa Rasul Allah. Kusesali diriku.

Mengapa tak kucari air sebelum tiba di masjidmu. Duhai bahagianya jika kubasahi wajah dan tanganmu dengan percikan-percikan air dari gharibah-ku. Tapi ratusan sahabat berdesakan mendekatimu.

Kau mengambil gharibah kosong. Kau celupkan jari-jarimu.

Subhanallah, kulihat air mengalir dari sela-sela jarimu. Kami berdecak, berebut wudlu dari pancaran sucimu. Betapa sejuk air itu Yaa Rasul Allah. Betapa harum air itu, Yaa Habib Allah. Kulihat Ibnu Mas'ud mereguk air itu sepuas-puasnya.

Qod qomatish sholah Qod qomatish sholah.

Duhai bahagianya sholat di belakangmu. Ayat-ayat suci mengalir di belakangmu. Melimpah memasuki jantung dan pembuluh darahku.

Usai sholat kau pandangi kami. Masih dengan senyum sejuk itu. Cahayamu, Yaa Rasul Allah, tak mungkin kulupakan. Ingin kubenamkan setetes diriku dalam samudra dirimu. Ingin kujatuhkan sebutir debuku dalam sahara tak terhinggamu.

Kudengar kau berkata lirih,

"Ayyuhal halqi a'jabu ilaikum imanan?"

("Siapa makhluk yang imannya paling mempesona?")

"Malaikat Yaa Rasul Allah,"

"Bagaimana mereka tidak beriman?

Bukankah mereka berada di samping Allah?"

"Para Nabi, Yaa Rasul Allah?"

"Bagaimana Nabi tidak beriman?

Bukankah kepada mereka turun wahyu Allah?"

"Kami, para sahabatmu,"

"Bagaimana kalian tidak beriman?

Bukankah aku berada di tengah-tengah kalian?

Telah kalian saksikan apa yang kalian saksikan,"

"Kalau begitu, siapa mereka Yaa Rasul Allah?"

Langit Madinah bening.

Bumi Madinah hening.

Kami termenung dan termangu.

Siapakah gerangan yang imannya paling mempesona?

Kutahan nafasku, kuhentikan detak jantungku. Kudengar sabdamu,

"Yang paling menakjubkan imannya, iyalah mereka yang datang sesudahku, beriman kepadaku, padahal tidak pernah berjumpa dan melihatku. Yang mempesona imannya, iyalah mereka yang tiba setelah aku tiada, yang membenarkanku tanpa pernah melihatku,"

"Bukankah kami ini saudaramu juga, Yaa Rasul Allah?"

"Kalian sahabat-sahabatku. Saudaraku adalah mereka yang tidak pernah berjumpa denganku. Mereka beriman kepada yang ghaib, menginfakkan sebagian rizqi yang diberikan kepada mereka,"

Kami pun terpaku.

Langit Madinah bening.

Bumi Madinah hening.

Kudengar lagi engkau berkata, "Alangkah rindunya daku kepada mereka. Alangkah bahagianya aku memenuhi mereka,"Suaramu parau, butur-butir air matamu tergenang.

Kau rindukan mereka, Yaa Rasul Allah.

Kau dambakan pertemuan dengan mereka, Yaa Nabi Allah...

Kau dambakan mereka, ya Habiballah....

Wahai Yaa Rasulullah, kau ingin bertemu dengan mereka yang tak pernah dijumpaimu, mereka yang bibirnya selalu bergetar menggumamkan shalawat untukmu. Kau ingin datang memeluk mereka, memuaskan kerinduanmu. Kau akan datang kepada mereka yang mengunjungimu dengan shalawat.

Masih kuingat sabdamu, "Barangsiapa yang datang kepadaku, aku akan memberinya syafaat di hari kiamat."

Yâ wajîhan 'indallâh, isyfa'lanâ 'indallâh.

Wahai yang mulia di sisi Allah, berikanlah syafaat kepada kami di sisi Allah...

(Hadits pada tafsir Ad Durr Mantsur, berkenaan dengan Q.S. Al Baqarah:03)

Assalamu’alaika ayyuhan Nabi wa rahmatullahi wa barakatuh...

***Sebuah catatan untuk hati yang sering "lupa" tentang....

Betapa beruntungnya diriku ini karena sebenarnya… kita lah para sahabat tercinta yang dimaksudkan oleh Baginda Rasul Saw tercinta ... Kita yg beriman kepada risalah yg disampaikan beliau Saw walau kita dipisahkan oleh waktu beribu tahun dengan beliau .. Kita yg tiada pernah berjumpa wajah dengannya Namun beriman dengan yakin seyakin2-Nya atas agama yg kita cintai ini...Dengan  ke-imanan kita yg begitu mempesona beliau Saw ..

Maka dari itu mari kita buat Bangga Baginda Rasulullah Saw .. Dengan selalu istiqomah di jalan Allah .. insya Allah ... Masya Allah .. Barakallah ...

Allahuma Shali Ala Sayyidina Muhammad Wa Ala Ali Sayyidina Muhammad ...washohbihi wassalam.

Salam-salam Terkasih ...semoga Allah senantiasa merahmati kita semua dengan Kasih Sayang-Nya Yang Maha Rahman dan Maha Rahim. Wassalam.